MASJID DARUSSALAM, PUCANGANOM SANDEN (2), Kencanasari Meneruskan Mengembara

Sugiyanto@ Senin, 19 Juni 2017 18:57:27 Kearifan
  Masjid Pucanganom dilihat dai depan.

Pengembaraan RA Kencanasari akhirnya sampai di Grogol, Kretek, kawasan pantai selatan. Di tempat ini dia bertemu dengan saudara sepupunya yang bernama Syeh Maulana Maghribi dari Gresik, Jawa Timur. Syeh Maulana Maghribi sendiri merupakan murid dari Syeh Maulana Malik Ibrahim.

DI Grogol inilah RA Kencanasari menceritakan semua hal yang dialaminya serta sebab-sebabnya mengapa ia pergi dari Majapahit. Pada intinya, RA. Kencanasari pergi dari Majapahit karena ingin menghindarkan diri dari bahaya perang yang dialami Majapahit.
Di samping itu, ia pergi dari sana karena memang tidak mau memeluk agama Islam. Syeh Maulana Maghribi yang mendengarkan penuturan saudara sepupunya itu mencoba memakluminya dan meminta RA Kencanasari agar bersedia bersitirahat di Grogol untuk memulihkan kelelahannya.
Setelah cukup lama tinggal di Grogol, RA Kencanasari diberi pelajaran mengenai agama Islam oleh Syeh Maulana Maghribi. Sekalipun demikian RA Kencanasari tetap tidak mau memeluk agama Islam. Ia bahkan kemudian minta pamit untuk meneruskan perjalanan pengembaraannya kepada Syeh Maulana Maghribi.
Kepada saudara sepupunya itu RA Kencanasari menyatakan bahwa ia ingin mendirikan pemukiman (rumah) di sisi barat Sungai Opak. Syeh Maulana Maghribi pun mengikhlaskannya untuk melanjutkan perjalanan. Bahkan Syeh Maulana Maghribi juga menyatakan bahwa ia akan menyuruh murid-muridnya untuk mengiringi perjalanan RA. Kencanasari serta diminta pula untuk membantu babat alas ‘membuka hutan’ dan mendirikan rumah di sisi barat Sungai Opak.
“Jika Mbakyu memang berkeinginan demikian saya hanya bisa mempersilakan. Besuk pagi saya persilakan berangkat dan diiringkan oleh murid-murid dari Grogol. Jika Mbakyu sudah sampai di sisi barat Sungai Opak saya akan melepaskan anak panah dari atas bukit. Nah, tempat jatuhnya anak panah yang saya lepaskan itu menjadi tanda bahwa tanah di tempat itu pantas dibabat dan didirikan bangunan atau padukuhan.” Demikian kata-kata Syeh Maulana Maghribi kepada RA. Kencanasari. RA. Kencanasari pun memperhatikan pesan yang disampaikan saudaranya itu.
Pada waktu subuh RA Kencasari berangkat meninggalkan Grogol. Perjalanannya diiringkan oleh 20 orang murid Syeh Maulana Maghribi. Iring-irngan ini menembus kegelapan suasana di waktu subuh. Untuk menerangi perjalanan mereka menyalakan suluh. Setelah hari menjadi pagi Syeh Maulana Maghribi segera naik di atas bukit di wilayah Grogol. (Albes Sartono)
 

Related Post