PUISI : Ilham Rabbani

Sugiyanto@ Senin, 19 Juni 2017 20:46:15 Hiburan

Riwayat Istri Taat (1
: Masmirah2


      /1/ Wanita Kacang Panjang

Dalam pejam, aku terkenang jarak sepasang alismu:
ia mengajarkan rindu.

Lentik bulu matamu
persis putik kembang-kembang kacang panjang
menggantung di pancang-pancang
yang dipersiapkan sedari ditanam
sedari pertemuan.

Apabila musim berbuah datang sudah
kau menjinjing bakul berjalan cantik dan cerdik
sepanjang pematang yang mewakili harapan-harapan:
kalau malam kau keluhkan.

Kesepian meyakinkan kita
bahwa rumput dan dedaunan
tidak sepenuhnya diluapi sepi dalam diamnya
ia berdoa sebagaimana aku mendoakanmu
agar upah tidak terbengkalai
oleh kendala-kendala yang dikirim musim.

Jika panggilan mengiang dari hari depan
suara patahan tangkai buah adalah sahutan
sekaligus kedip persetujuan:
kau tengah memadat-pampatkan isi bakul
sekaligus kemapanan dalam diri.

Pagi-pagi sekali
di tengah pasar mingguan
kau menggelar tikar berjualan:
tangan-tangan datang memilah dan memilih
sesuai kuantitas dan kualitas kegelisahan.

Petang-petang sekali
kalau di berugak laki-laki datang meminang
kau menggulung tikar pandan
sebab pengabdian belumlah dituntaskan.

    /2/ Wanita Rumah Jajar3

Di berugak4, kau menjamu tamu
di atas bilah-bilah bambu yang membelah jarak
pemisah jari-jari dari jabat
yang mengekalkan jeri di kedalaman dada.

Di berugak, kau menjamu belian5
dengan sadah, sirih, dan kopi diseduh
juga pinang yang terbelah seperti kita
mulai memisah-misah dalam kebersamaan.

Terdepan adalah kehormatan
maka aku dan lelaki pengapel lain
perlu dihargai sekaligus menghormati
sebab menenteng kemungkinan-kemungkinan:
harapan atau tipu, setipis ampas bambu.

Di bale tani, rencana demi rencana kau susun semenjak di serambi
lantas sebelum ditanam, dipendam berbulan-bulan di para-para kamar
biar bangun, ingatan menjadi basah dan lecah seperti tanah sawah.

Di kamar dalam, rahasia dan luka kau simpan dalam-dalam
sebelum sisa ingatan dimasukkan ke rantang-rantang
dan ditenteng ke jalan pengembaraan.

Tapi sebelum itu
di sekenam6, persiapan adalah mula pengembaraanmu
seperti perjalanan gulungan benang
di panjang palang jajak7.

Kau adalah lungsin-lungsin8, dikencangkan dan telentang
dengan dada dibuka lapang, lantas siap disisip motif
ulang-aling dari pengiring9.

Di dadamu, tata krama disemat kuat sampai pampat
sebelum berharkat istri yang taat.


Jejak Imaji, 2017


(1 Puisi ini Pemenang II Lomba Cipta Puisi bagi Remaja DIY yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2017. Tim juri dalam lomba ini terdiri Joko Pinurbo, Ulfatin Ch dan Latief S Nugraha.


Ilham Rabbani, lahir di Lombok Tengah, 9 September 1996. Saat ini studi S1 di prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan. Aktif sebagai ketua diskusi Forum Apresiasi Sastra (FAS) LSBO PP Muhammadiyah dan bergiat di kelompok belajar sastra Jejak Imaji. Ia adalah alumnus Sekolah Menulis Balai Bahasa DIY angkatan I. Puisi-puisinya termuat dalam buku antologi puisi Rumah Penyair 4 (2017), Requiem Tiada Henti: Kumpulan Sajak Penyair ASEAN-1 (2017), Lebih Baik Putih Tulang daripada Putih Mata (2017), dan lain-lain. Beralamat di Jalan Veteran, Gang Bekisar Kalangan, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta.
2 Nama “Masmirah” merujuk pada panggilan kasih sayang kepada seorang wanita yang lazim didengar di kalangan masyarakat Sasak, di samping beberapa istilah lainnya.
3 Rumah jajar atau disebut juga bale jajar, yakni bangunan rumah tempat tinggal masyarakat Sasak golongan petani yang terdiri dari berugak (gazebo khas Sasak) di bagian paling depan untuk tamu, bale tani atau rumah utama di tengah, dan berugak sekenam di bagian paling belakang berfungsi sebagai tempat belajar menenun, belajar tata krama dan nilai budaya, serta tempat pertemuan internal keluarga.
4 Berugak atau berugaq, yakni bangunan (gazebo) khas Sasak berupa panggung terbuka dengan empat tiang dan atapnya menyerupai lumbung.
5 Belian adalah sebutan untuk dukun Sasak.
6 Sekenam, biasa juga disebut berugaq sekenam, yakni bagian paling belakang dari rumah jajar yang berfungsi sebagai tempat belajar menenun (khusus wanita), belajar tata krama dan nilai budaya, serta tempat pertemuan internal keluarga.
7 Jajak, bagian depan alat tenun Sasak yang berposisi berdiri membentuk segi panjang di sebelah kanan dan kiri, dan memiliki palang tempat menggulung lungsin.
8 Lungsin atau lusi adalah benang tenun yang disusun sejajar dan tidak bergerak (memanjang dari palang jajak) yang padanya benang pakan dari pengiring diselipkan dengan cara diulang-alingkan.
9 Pengiring adalah alat penggulung benang hasil pintalan yang diulang-alingkan pada lungsin untuk membuat motif kain.

Related Post