Prostitusi Online Marak di Yogya, 3 kasus diungkap dalam 3 bulan, untung besar jadi daya tarik mucikari

Sugiyanto@ Senin, 10 Juli 2017 15:42:19 Yogyakarta

 YOGYA (MERAPI) -> Praktik prostitusi online makin marak di Kota Yogya. Dalam tiga bulan terakhir, Satreskrim Polresta Yogya berhasil mengungkap tiga praktik prostitusi online. Ini berarti tiap bulan satu kasus prostitusi online berhasil diungkap. Besarnya keuntungan menjalankan bisnis ini disinyalir jadi daya tarik para mucikari.
Pengungkapan terakhir dilakukan aparat Polresta Yogya pada Rabu (5/7) lalu. Seorang mucikari, yakni Ch (39) warga Tegalrejo, Yogya diamankan polisi yang menggrebeknya di sebuah hotel di kawasan Jalan AM Sangaji, Yogya. Dalam menjalankan bisnis ini, tersangka meraup untung Rp 1 juta perhari.
Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Akbar Bantilan kepada wartawan, Jumat (7/7) menjelaskan, praktik prostitusi online ini terbongkar setelah adanya laporan dari masyarakat yang resah dengan aksi tersangka. Laporan itu menyebutkan jika akhir-akhir ini banyak bersliweran tawaran pekerja seks komersial (PSK) di dunia maya, terutama di grup percakapan WhatsApp. Menindaklanjuti laporan itu, polisi segera melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas Satrekrim yang dipimpin Iptu Arche Nevada mendapati satu nama mucikari, yakni Ch. Dia kemudian dijebak polisi yang menyamar sebagai pria hidung belang. Hingga akhirnya pada Rabu (5/7) dinihari, polisi mengamankan Ch.
"Pelaku diamankan di sebuah hotel kawasan Jalan AM Sangaji Yogya," terang Akbar.
Dipaparkan, dalam aksinya, tersangka memanfaatkan aplikasi WhatsApp untuk menawarkan pekerja seks komersial maupun bertransaksi dengan konsumennya. Setelah terjadi kesepakatan harga dan lokasi hotel yang digunakan untuk kencan, pelaku kemudian mengantar pekerja seks ke hotel tersebut.
"Tersangka kami ringkus saat transaksi pembayaran di hotel tersebut," kata Kompol Akbar Bantilan. Kepada polisi, tersangka mengaku salam satu hari dapat mengantongi uang rata-rata Rp 1 juta dari bisnis ini. Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti uang tunai sejumlah Rp 1,7 juta, sepeda motor untuk antar jemput pekerja seks, sabun pembersih, 3 unit HP, 2 kondom, pakaian dalam wanita dan kwitansi pembayaran kamar hotel.
Untuk diketahui, pengungkapan ini menjadi yang ketiga selama 3 bulan terakhir. Sebelumnya pada 18 Juni 2017 lalu, seorang mucikari Dd alias Pedet (31) warga Bantul juga ditangkap di sebuah hotel Jalan Diponegoro Yogya oleh Jajaran Sat Reskrim Polresta Yogya saat menjemput wanita yang dijajakannya. Tersangka menawarkan wanita yang dipekerjakannya lewat whatsapp dengan harga Rp 700 ribu. Dari jumlah itu, dia mengantongi separuhnya sebagai jasa mucikari. Kemudian pada 30 Mei 2017, seorang mucikari Dt (34) asal Bekasi, juga ditangkap jajaran Satreskrim Polresta Yogya. Dt ditangkap di hotel saat menjalankan prostitusi online. Modusnya, dia menawarkan Pekerja Seks Komesial (PSK) melalui situs semprot.com. Dalam sehari, Dt bahkan mengantongi yang Rp 2 juta atas jasanya sebagai mucikari. Dalam menjalankan bisnis ini, Dt menjaring pelanggan melalui situs yang dikelolanya kemudian membentuk komunitas pelanggan. Satu PSK ditawarkannya dengan harga rata-rata Rp 700 ribu. (Riz)

Related Post