Pak Guru Cabul Ditangkap, Pelaku minta kehamilan korban ditutup-tutupi

Sugiyanto@ Selasa, 11 Juli 2017 19:19:15 Bantul
AKBP Imam Kabut Sariadi SIK menunjukkan pelaku guru cabul dan barang buktinya.

BANTUL (MERAPI)-  Penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Bantul akhirnya meringkus oknum guru madrasah yang mencabuli hingga hamil siswinya, Pnm (53) warga Manding, Sabdodadi, Bantul. Usai diperiksa, polisi langsung menetapkannya sebagai tersangka, Senin (10/7).
Kini oknum guru Bimbingan Konseling (BK) sekolah Madrasah Tsanawiyah di Bantul itu meringkuk di tahanan Polres Bantul. Dalam kasus itu polisi menyita pakaian yang dikenakan korban saat dicabuli serta handphone sebagai barang bukti. Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi SIK MM didampingi Kasat Reskrim AKP Anggaito Hadi Prabowo SIK kepada wartawan kemarin mengungkapkan, tersangka dibekuk petugas di rumah korban pada Jumat (7/7) malam. Ketika itu pelaku tengah berusaha melakukan mediasi agar kasusnya tak berlanjut ke ranah hukum. Dari pemeriksaan pelaku juga terungkap bahwa tersangka sempat minta agar korban Kencur (15-nama samaran) bersandiwara jika kehamilannya akibat perbuatan temannya di Magelang.
"Sebelum menetapkan tersangka, polisi sudah melakukan penyelidikan secara intensif termasuk melakukan olah TKP di Dusun Karangnongko Desa Sumberagung Jetis, Bantul," kata AKBP Imam. Dia mengatakan, lokasi tersebut digunakan Pnm melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap siswinya itu. “Setelah bukti-bukti sudah cukup, Pnm ditangkap di rumah korban di daerah Karangtalun, Wukirsari, Imogiri, Bantul. Malam itu tersangka bermaksud menemui pihak korban, namun oleh keluarga justru dinformasikan ke petugas Polsek Imogiri dan langsung ditangkap,” ujar Imam.
Dijelaskan, peristiwa persetubuhan yang melibatkan oknum guru dan muridnya itu terjadi sejak Desember 2016. Hubungan asmara antara guru dan murid ini mulai retak pada Bulan Februari 2017. Saat itu, korban mengatakan kepada Pnm jika dia sudah terlambat dua bulan. Mendapat informasi itu, tersangka langsung bermanuver dengan meminta korban agar mengatakan jika kehamilannya akibat perbuatan temannya di Magelang. Selain itu, Pnm juga mendesak siswinya itu tutup mulut kepada siapa saja. Tidak hanya itu, untuk menjaga agar aibnya tetap rapat, tersangka juga memenuhi kebutuhan korban dengan memberikan uang antara Rp 100 ribu-500 ribu. “Setelah dilakukan penyelidikan dengan memeriksa handphone milik korban, memang benar perbuatan itu dilakukan oleh Pnm,” ujarnya.
Imam Kabut mengungkapkan, hubungan keduanya berawal saat pelaku menjadi wali kelasnya di sebuah madrasah di Bantul. Kebetulan pelaku juga merupakan guru Bimbingan Konseling. Keduanya kemudian sering bertemu dan saling curhat. Hingga akhirnya tersangka sering mengajak korban untuk berbuat layaknya suami-istri. Perbuatan itu dilakukan di rumah kosong milik Pnm di Karangnongko, Sumberagung, Jetis, Bantul.  Akibatnya, korban pun hamil hingga enam bulan. Hal itu membuat ibu korban curiga melihat purut putrinya sudah besar layaknya orang hamil. Awalnya putrinya kesangannya itu mengelak, namun akhirnya mengakui memang sudah hamil. Setelah pelaku ingkar janji untuk menikahi korban, pihak keluarga pada 10 Juni 2017 melaporkannya ke Polres Bantul.(Roy)

Related Post