TEKNOLOGI 'JAJAR LEGOWO SUPER TINGKATKAN PRODUKTIVITAS, Optimis, 2045 Indonesia Lumbung Padi Dunia

Sugiyanto@ Selasa, 18 Juli 2017 16:46:26 Bantul
Bupati Bantul memanen padi pada lahan pertanian dengan teknoligi jarwo super.

IMOGIRI (MERAPI)- Hasil penerapan teknologi jajar legowo (jarwo) super di Desa Sumberagung, Imogiri dinilai sangat memuaskan. Teknologi pengembangan dari jajar legowo tersebut tercatat mampu menghasilkan 9,9 ton gabah kering panen (GKP) setiap hektarenya. Dalam panen raya yang dilaksanakan Jumat (14/7), Direktorat Jenderal Pertanian Kementerian Pertanian yakin Indonesia mampu menjadi lumbung padi dunia pada tahun 2045. Meski begitu pemerintah masih harus menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah terkait konsolidasi lahan pertanian dan alih fungsi lahan pertanian.
Uji coba penerapan teknologi jarwo super untuk pertama kalinya di Indonesia tersebut ternyata mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 33 persen dibanding sebelumnya yang hanya berkisar di angka 6,6 ton GKP per hektare. Dalam ujicoba kali ini teknologi ini diterapkan pada lahan padi seluas 3 hektare. Dari hasil panen ubinan diperoleh rata-rata hasil gabah kering panen Inpari 30 sebanyak 7,3 ton perhektare, Inpari 31 sebanyak 9,3 ton perhektare, Inpari 32 sebanyak 9,9 ton perhektare.
Irjen Pertanian Kementerian Pertanian Justan Ridwan Siahaan mengatakan luasan lahan pertanian di Yogyakarta hingga tahun ini mencapai 55 ribu hektare. Padahal pemerintah menargetkan setiap tahunnya hasil pertanian yang dihasilkan bisa setara dengan 119 hektare luasan lahan. Sehingga untuk mencapai target tersebut lahan-lahan pertanian di DIY setidaknya harus menanam padi tiga kali dalam setahun. “Kementerian Pertanian sekarang menggenjot hasil panen satu juta hektare lahan di seluruh Indonesia untuk mencapai swasembada beras,” terang Justan.
Kasi Kerja Sama dan Pelayanan Pengkajian BPTP DIY, Arlyna Budi Pustika menjelaskan sistem yang diterapkannya merupakan jajar legowo 2:1. Yakni penanaman dengan memberikan jarak lebih lebar setiap dua baris tanaman padi.  Selain itu yang membedakan dengan sistem jarwo lainnya, pada jarwo super sebelum benih disemaikan diberikan pupuk hayati agrimeth. Mikroba yang dikandung oleh agrimeth menurut Arlyna dapat meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah karena menghasilkan zat pemacu tumbuh tanaman. “Jarwo itu ada yang 4:1 dan 6:1, yang kita terapkan adalah 2:1 dengan memberikan agrimeth pada benihnya,” terang Arlyna.
Arlyna menambahkan, mulai penanaman hingga panen pada teknologi ini sudah menggunakan alat modern. Salah satunya transplanter yang digunakan pada gerakan tanam akhir Maret 2017 yang lalu. Sebelumnya petani di daerah ini sudah diberikan pembekalan untuk menggunakan paralatan tersebut. Namun begitu, pihaknya mengaku penerapan teknologi pertanian dengan peralatan tersebut belum sepeuhnya bisa diterapkan. Salah satu kendalanya adalah kecilnya petak-petak sawah di Indonesia, termasuk sistem terasiring yang banyak ditemui pada lahan-lahan pertanian. “Alat-alat ini sebenarnya sudah bisa dioperasikan hanya hasilnya akan lebih optimal apabila petak lahannya lebih besar,” sebutnya.
Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Peternakan (DPPKP) Bantul, Pulung Haryadi mengatakan pihaknya tengah melakukan proses konsolidasi lahan pertanian. Hingga saat ini sudah mencapai 6,5 hektare di Bulak Ngrancak, Blawong, Kecamatan Jetis. Konsolidasi lahan ini merupakan upaya penggabungan luasan lahan kecil tanpa ada petak-petak sawah. Tujuannya untuk menghemat siaya produksi petani. “Kalau sudah berhasil konsolidasi, maka akan lebih fleksibel untuk penerapan teknologi dan menghemat produksi seperti kebutuhan air,” terang Pulung.
Namun begitu proses konsolidasi ini menurutnya cukup panjang, lantaran harus menyatukan rata-rata lima satuan lahan menjadi satu. Konsolidasi yang baru pertamakali diujicoba ini salah satunya terkendala sertifikat tanah. Sehingga pihanya berupaya membantu para pemilik lahan belum bersertifikat. “Setelah menjadi satu nanti pengelolaan lahan dilakukan oleh kelompok seperti sejenis korporat,” pungkasnya. (C1)

Related Post