BERKAS CAGUB CAWAGUB DIY DISERAHKAN DEWAN, GKR Mangkubumi: Gelar Bawono untuk Internal Kraton

Sugiyanto@ Selasa, 18 Juli 2017 17:21:16 Yogyakarta
Putri Raja Kraton Yogyakarta GKR Mangkubumi menyerahkan berkas usulan pencalonan Sri Sultan HB X sebagai Gubernur DIY periode 2017-2022 kepada DPRD DI

DANUREJAN (MERAPI) - Proses penetapan kepala daerah DIY periode 2017-2020 mulai dilakukan seiring akan berakhirnya masa jabatan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur Paku Alam X pada Oktober 2017. Berkas persyaratan pencalonan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam X sebagai Gubenur DIY dan Wakil Gubenur DIY diserahkan kepada DPRD DIY, Senin (17/7).
Berkas persyaratan pencalonan dari Sri Sultan HB X diserahkan oleh putrinya, GKR Mangkubumi yang mewakili Penghageng Kawedanan Hageng Panitropuro Kraton Yogyakarta, GKR Condrokirono, yang berhalangan hadir. Sedangkan berkas pencalonan Sri Paduka Paku Alam X diserahkan KPH Kusumo Parasto mewakili Penghageng Kawedanan Kasentanan Puro Pakualaman.
Dalam berkas pencalonan yang diajukan Gubernur DIY menggunakan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono X sesuai yang diamanatkan dalam Undang-Undang Keistimewaan DIY. Seperti diketahui di internal Kraton Yogyakarta sebelumnya ada Sabda Raja yang meyebut gelar Sultan menjadi Hamengku Bawono Kaping 10. Saat dikonfirmasi, GKR Mangkubumi menegaskan gelar Bawono Kaping 10 untuk internal Kraton.
“Itu untuak urusan Kraton. Itu bukan selaku gubernur. Nama beliau tetap Hamengku Buwono,” kata GKR Mangkubumi.
Wakil Penghageng Tepas Tanda Yekti Kraton Yogyakarta, KPH Yudahadiningrat juga menuampaikan gelar Bawono untuk internal Kraton. Dia mengaku tidak kendala dalam pengajuan berkas pencalonan karena mengacu Undang-Undang Keistimewaan. Berkas pencalonan yang diserahkan di antaranya ijazah dari SD sampai sarjana, daftar saudara kandung Sri Sultan HB X. ”Yang penting kami sudah melaksanakan seuai amanat Undang-Undang Keistimewaan Nomor 13 Tahun 2012,” imbuhnya
Berkas tersebut kemudian diterima Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana dan jajaran pansus Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY periode 2017-2022. Yoeke menyampaikan setelah berkas pengajuan pencalona gubenur dan wakil gubenur diterima akan dlakukan pengecekan berkas dan verifikasi. Pada 19 Juni 2017 DPRD DIY telah memberitahukan kepada gubenur dan wakil gubernur DIY yang akan berakhir pada Oktober 2017.
“Kami akan buat daftar cek berkas-berkas yang telah diserahkan terkait kelengkapannya. Setelah itu dilakukan verifikasi dan konsultasi ke Kemendagri,” ucap Yoeke.
Sesuai tata kala proses penetapan gubenur dan wakil gubenur DIY periode 2017-2022, hasil verifikasi dan berita acara penetapan calon gubernur dan wakil gubernur akan disampaikan pada 25 Juli 2017. Kemudian laporan hasil verifikasi, pemaparan visi misi dan program calon gubenur akan dilakukan dalam rapat paripurna pada 3 Agusutus 2017. Setelah itu akan diusulkan penetapkan gubernur dan wakil gubenur kepada presiden lewat Mendagri. Jika lancar pelantikan gebernur dan wakil gubernur DIY akan dilakukan pada 10 Oktober 2017. (Tri)

Related Post