Pengenalan Lingkungan Sekolah Dikemas Edukatif

Sugiyanto@ Selasa, 18 Juli 2017 17:26:09 Yogyakarta
Siswa baru SMPN 2 Yogyakarta mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah kemarin

GONDOMANAN (MERAPI) - Kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) pada hari pertama masuk tahun ajaran baru dikemas edukatif. Tidak ada unsur perpeloncoan. Sebagian sekolah melibatkan kakak kelas dan pengurus OSIS untuk membantu kegiatan PLS, namun tetap diawasi guru.
Salah satunya di SMPN 2 Yogyakarta yang melibatkan pengurus OSIS untuk mendampingi pelaksanaan PLS. Para siswa baru di sekolah itu mengenakan papan nama yang dibuat masing-masing. Papan nama yang dipakai juga wajar atau tidak dibuat aneh-aneh. “Nggak ada tugas aneh-aneh. Cuma ditugasi membuat papan nama ini saja,” kata Fransisca Deissa, siswa baru di SMPN 2 Yogyakarta kepada <I>Merapi<P>, Senin (17/7).
Waka Kesiswaan SMPN 2 Yogyakarta, Supriyati mengatakan, penyelengaraan PLS mengacu pada Permendikbud Nomor 18 tahun 2016. Penyelengaran kegiatan materi PLS diampu guru dan pengurus OSIS hanya mendampingi untuk mendukung kelancaraan pelaksanaannya. Terkait pengenakan papan nama bagi siswa baru, dia mengutarakan hal itu untuk memudahkan mengenali identitas siswa.
“Kalau pembuatan papan nama itu untuk memudahkan pengenalan siswa baru. Karena akan ada kegiatan keluar seperti kunjungan ke museum juga,” ujar Supriyati.
Dia menuturkan kegiatan PLS yang dilakukan lebih kepada pengenalan lingkungan sekolah, sosialisasi tata tertib sekolah, terkait bimbingan konseling dan tata karma. Selain itu juga ada parade ekstra kurikuler dan sosialisasi antinarkoba oleh kejaksaan tinggi di DIY.
Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana mengklaim hari pertama masuk sekolah kegiatan PLS berjalan dengan lancar. Tidak ada unsur indikasi perpeloncoan. Beberapa sekolah sudah melakukan komunikas dengan orangtua siswa terkait penerapan sistem satuan kredit semester di beberapa SMP.
“Dari dua sekolah yang saya tinjau pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah berjalan dengan lancar. Kami akan pantau terus sampai tiga hari ke depan,” tambah Edy.
Pada tahun ajaran baru ini, sebagian besar SD dan SMP di Kota Yogyakarta juga mulai menerapkan lima hari sekolah. Dia menegaskan tidak memaksa penerapan 5 hari sekolah itu karena tergantung dari kesiapan tiap sekolah. Beberapa sekolah belum menerapkan 5 hari sekolah di antaranya SDN Kotagede 1, SD Marsudirini serta sejumlah SMP swasta.
“Sejak awal sudah kami imbau. Sekolah yang siap, bisa memulai. Sekolah yang belum siap juga tidak masalah. Imbauan ini karena ada aturannya dari Kemendikbud. Beberapa sekolah swasta sudah menerapkan lima hari sekola sejak tahun lalu,” terangnya. (Tri)

Related Post