MOTIF TIDAK JELAS, Puluhan Suporter Bola Serang Warung Bakso

Sugiyanto@ Selasa, 18 Juli 2017 17:29:20 Sleman

MOYUDAN (MERAPI)- Sedikitnya 40 orang yang diduga kelompok suporter sebuah klub sepakbola merusak rumah yang digunakan untuk berjualan bakso milik Daim (43) warga Barepan, Moyudan, Sleman pada Minggu (16/7) pukul 01.00 WIB dinihari. Meski para pelaku membawa senjata tajam, tak ada korban luka dalam kejadian ini.
Hingga Senin (17/7) belum satu orang pun ditangkap polisi. Motif penyerangan juga belum jelas. Akibat kejadian ini, warung bakso tersebut mengalami rusak pada bagian pintu dan dinding. Kasus perusakan tersebut saat ini masih dalam penanganan aparat Polsek Moyudan.
"Kami masih melakukan penyelidikan berkaitan dengan aksi perusakan ini. Diduga aksi perusakan ini dilakukan oleh sekelompok suporter bola tertentu," ujar Kapolsek Moyudan AKP Masnoto kepada wartawan, kemarin.
Masnoto menjelaskan, sebelum peristiwa itu terjadi, salah seorang saksi mata melihat dua sepeda motor melintas ke utara di Dusun Barepan pada Minggu pagi. Empat pengendara motor itu membawa sajam semua sambil meneriakkan nama klub sepakbola. Tak lama kemudian, datang dari arah selatan rombongan lain berjumlah sekitar 40 orang dan berhenti di pertigaan ringin atau di dekat warung bakso. Hingga tiba-tiba, para pelaku menyerang dengan membabi-buta.
Menurut Masnoto, aksi penyerangan itu terjadi begitu cepat, dan tanpa sebab yang jelas. Sebab sekelompok suporter itu langsung mendatangi rumah korban dan melakukan penyerangan dengan menggunakan kembang api.
"Mereka menyerang dengan menggunakan kembang api, bahkan ada pelaku yang masuk ke dalam kampung," katanya.
Korban yang tak menyangka akan mendapatkan serangan mendadak langsung lari dan berteriak-teriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan korban, warga langsung berdatangan. Melihat masyarakat berdatangan, gerombolan suporter itu langsung melarikan diri ke arah selatan.
"Kami masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan itu. Sejumlah saksi termasuk korban sudah diperiksa intensif," katanya. (Shn)

Related Post