PELAKU WAJIB LAPOR, Bupati Bantul Kaget Ada Siswa Baru Ditangkap Polisi

Sugiyanto@ Selasa, 18 Juli 2017 17:41:55 Bantul

BANTUL (MERAPI)- Bupati Bantul Drs H Suharsono angkat bicara terkait penangkapan seorang siswa baru asal Bantul, Da (16) warga Triharjo, Pandak, Bantul yang dibekuk aparat Polsek Jetis setelah terlibat tawuran dan penyerangan di Jalan Imogiri Barat Barongan, Jetis, Bantul. Bupati mengaku terkejut dan menyerahkan prosesnya ke polisi.
Menurutnya, hal itu tidak akan terjadi jika orangtua siswa melakukan pengawasan dan pendampingan kepada anak-anaknya. “Ketika seseorang sudah melanggar hukum, proses saja sesuai hukum yang berlaku, tidak pandang bulu siapa yang terlibat,” kata Suharsono di Bantul, Senin (17/7).
Seperti diberitakan, seorang pelajar, Da (16) warga Triharjo, Pandak, Bantul dibekuk aparat Polsek Jetis setelah terlibat tawuran dan penyerangan di Jalan Imogiri Barat Barongan, Jetis, Bantul, Minggu (16/7) dinihari. Padahal, Da yang baru diterima di sebuah SMK di Bantul ini akan masuk sekolah untuk pertama kalinya pada senin (17/7). Dia beraksi bersama rekannya, Jl dan menyerang seorang warga Atok Ramdani warga Bembem, Trimulyo, Jetis, Bantul lantaran membleyer motor saat keduanya berpapasan.
Hingga kemarin, Jl masih diburu. Sementara Da (16) sudah ditetapkan jadi tersangka. Meski jadi tersangka, namun pelaku yang duduk di bangku kelas 1 sebuah SMK di Bantul ini dikenai wajib lapor di Polsek Jetis.
Kapolsek Jetis Bantul AKP Mega Tetuko SIK didampingi Kanit Reskrim Polsek Jetis Ipda Anar Fuadi SH menambahkan, hingga kini polisi masih memburu Jl yang disebut Da sebagai dalang keributan dengan korban. Usai peristiwa itu, Jl melarikan diri setelah polisi meletuskan senjata api. "Kami terus mengejar. Jl tidak akan kami lepaskan, karena menurut keterangan Da, aksi itu hasil inisiatif Jl," kata Mega.
Meski begitu, pihaknya masih akan mengembangkan kasus tersebut untuk mengetahui kronologis sebenarnya.
Selain menggerakkan personelnya, kata Mega, petugas Reskrim Polsek Jetis juga kerjasama dengan pihak keluarga pelaku untuk kooperatif.  Merujuk informasi dari keluarga, setelah kejadian di Barongan itu, Jl belum pulang hingga sekarang. "Anggota kami sudah pasti memburu Jl, di samping itu dari kaluarga sudah menyatakan sanggup menghadirkan jika sewaktu-waktu dia pulang," ujar Mega.(Roy)

Related Post