2 Mesin ATM Dikuras Maling, Bobol minimarket, pelaku sukses hindari CCTV

Sugiyanto@ Selasa, 18 Juli 2017 17:43:02 Gunungkidul

PLAYEN (MERAPI)—Dua mesin boks Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik bank BNI dan BCA yang terletak di dalam sebuah miimarket berjejaring di Jalan Wonosari-Yogya Km 3 Dusun Siyono, Logandeng, Playen, Gunungkidul dibobol maling, Senin (17/7) dinihari. Pelaku masuk dengan merusak pintu belakang minimarket lantas menguras semua uang di dalam mesin ATM tanpa tersisa. Hingga kemarin, belum diketahui total kerugian akibat kejadian ini.
Jika dua mesin ATM itu terisi penuh, bisa jadi kerugian mencapai ratusan juta rupiah. “Jumlah pasti kerugian belum diketahui. Saat ini kita sedang kumpulkan informasi dari saksi dan temuan bukti permulaan di lapangan untuk mengungkap kasus ini,” kata Kapolres Gunungkidul AKBP  M Arif Sugiarto SIk kepada wartawan kemarin.
Dijelaskan, para pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang itu kuat dugaan mengetahui seluk beluk sistem keamanan di dalam minimarket. Mereka beraksi saat dinihari, di mana minimarket tak dijaga. Bahkan, mereka juga bisa menghindar agar wajahnya tak terekam kamera CCTV. "Kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di dalam toko hingga kini belum banyak memberikan banyak petujuk tentang identitas dan ciri pelaku," katanya.
Menurut Kapolres Gunungkidul, aksi pencurian ini pertama kali diketahui salah seorang karyawan toko, Ikhwan Danu Prasetyo. Dia mengaku pertama kali mengetahui kejadian tersebut saat hendak membuka toko sekitar pukul 07.00 WIB, kemarin pagi. Saat saksi membuka pintu toko, dia mengetahui dua boks ATM yang berada di dalam toko sudah dalam kondisi rusak. “Boks ATM sudah dibobol dan seluruh uang di dalamnya sudah tidak ada," ucapnya.
Mengetahui kejadian tersebut, dia langsung melapor bagian managemen minimarket dan diteruskan ke Polres Gunungkidul. Begitu menerima laporan, petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Termasuk beberapa warga yang tiap hari melakukan aktivitas di sekitar toko.
Dari hasil olah TKP yang dilakukan polisi, kawanan pelaku diduga masuk di dalam toko modern ini dengan cara merusak pintu belakang. Kemudian mereka menghindari kamera CCTV lantas merusak dua mesin ATM di dalam minimarket. Selanjutnya, mereka pun menguras uang di dalam mesin tanpa tersisa.
Menurut AKBP M Arif, dilihat dari modus operandi yang digunakan kawanan pelaku, diduga sebelum beraksi mereka sudah mengetahui seluk beluk lokasi kejadian. Termasuk kapan minimarket tutup. Dijelaskan, polisi maish menyelidiki kasus ini, termasuk bagaimana para pelaku bisa membobol brankas di mesin ATM. Sedang terkait kerugian, dia menegaskan hingga belum diketahui dan masih dihitung pihak kepolisian bersama kedua bank. ”Jumlah kerugian secara pasti hingga kini masih dihitung,” imbuhnya.(Pur)

Related Post