BOBOL RUMAH KOSONG, RESIDIVIS DIBEKUK, Uang Curian Rp 20 Juta untuk Bayar Sekolah

Sugiyanto@ Selasa, 18 Juli 2017 17:50:30 Yogyakarta
Kompol Akbar Bantilan menunjukkan barang bukti hasil kejahatan Bo.

YOGYA (MERAPI) - Residivis kasus curanmor, Bo (37) warga Gampingan, Wirobrajan, Yogya diringkus jajaran Satreskrim Polresta Yogya setelah buron hampir dua bulan. Tersangka terlibar kasus pencurian dengan pemberatan di rumah Wahyunah (75) warga Jalan Mayjen Sutoyo Mantrijeron Yogya dan mendapat bagi hasil kejahatan Rp 20 juta. Uang sejumlah itu diakui tersangka sudah habis untuk membayar sekolah anaknya.
Kasat Reskrim Polresta Yogya Kompol Akbar Bantilan kepada wartawan, Senin (17/7) mengatakan, tersangka Bo beraksi bersama rekannya, Yd dan dua orang lain. "Tersangka Yd sudah ditangkap terlebih dulu, sedangkan dua pelaku lain masih buron," kata Kompol Akbar. Dia mengatakan, komplotan ini beraksi pada Sabtu (20/5) silam. Saat beraksi, komplotan ini cukup berani. Pasalnya, para pelaku beraksi pada jam ramai, sekitar pukul 19.30 malam. Kondisi sekitar rumah korban Wahyunah di Jalan Mayjen Sutoyo, Mantrijeron, Yogya juga tengah ramai.
"Satu orang berjaga di luar rumah, memantau situasi, sedangkan tiga lainnya masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang berharga," ujarnya.
Pada saat kejadian, kata Akbar, rumah korban dalam keadaan kosong. Korban sedang menghadiri resepsi pernikahan relasinya. Dalam waktu 20 menit, para pelaku berhasil menggasak uang tunai, perhiasan dan HP dengan total kerugian senilai Rp 85 juta. Di antaranya berupa 3 HP, uang Rp 5 juta, kalung berlian 3 buah, gelang emas 5 buah, gelang berlian 2 buah serta 4 cincin berlian.
Sebelum beraksi, kata Akbar, komplotan ini keliling wilayah mencari sasaran. Sesampainya di rumah korban, mereka berhenti dan memastikan rumah dalam keadaan kosong. Meski suasana sekitar TKP sangat ramai, namun hal itu tidak membuat para pelaku ciut nyali. Mereka bahkan beraksi dengan santai, termasuk menjugil pintu utama menggunakan linggis dalam 3 kali hentakan.
Setelah mendapat hasil kejahatan, para pelaku segera berpencar. Sejam kemudian, mereka janjian bertemu di angkringan barat Polresta Yogya untuk bagi hasil kejahatan. Tersangka Bo mendapat jatah Rp 20 juta.
"Pengakuan tersangka, uang sudah habis untuk bayar sekolah anaknya," jelas Kompol Akbar Bantilan. Polisi yang menerimna laporan pencurian berhasil mengidentifikasi salah satu pelaku, Yd.
Dua minggu setelah kejadian, Yd warga Jetis, Bantul berhasil diringkus. Sedangkan Bo melarikan diri ke Surabaya. Dari keterangan Yd pula polisi mendapat info jika Bo hendak pulang kampung. Tanpa buang waktu, polisi berhasil meringkus Bo di rumahnya. Tersangka ditangkap saat sedang tidur pulas. Ia kemudian digelandang ke Polresta Yogya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita tas kulit milik korban. "Pelaku lain dalam komplotan ini masih diburu petugas," tandas Akbar. (Riz)

Related Post