Investasi di Sleman Masih Terbuka Luas

Sugiyanto@ Kamis, 20 Juli 2017 15:15:56 Sleman

MLATI (MERAPI)- Sleman memiliki berbagai potensi ekonomi yang masih terbuka lebar dan menarik investor untuk mengembangkan investasi di berbagai bidang  usaha. Beberapa potensi tersebut didukung dengan lokasi yang terletak di jalur ekonomi regional sebagai penghubung aktivitas pariwisata Jawa Tengah dan DIY.
Potensi ini juga didukung dengan ketersediaan tenaga kerja terdidik dan terampil, masyarakat yang ramah, heterogenitas, kemudahan aksesibilitas, keamanan yang kondusif. Faktor lain, ketersediaan infrastruktur jalan, listrik dan air yang dibutuhkan investor dalam kapastas yang memadai.
“Dengan berbagai kelebihan yang dimiliki tersebut tentunya menjadi nilai positif tersendiri bagi Kabupaten Sleman untuk menjadi tujuan utama investor,” kata Bupati Sleman Sri Purnomo dalam sambutannya yang diwakili Asisten Sekretaris Bidang Administrasi Umum Arif Haryono dalam Forum Komunikasi Investasi Kabupaten Sleman di Graha Sarina Vidi Selasa (18/7).
Berkenaan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman senantiasa mendukung investasi pengembangan usaha. Berbagai program kebijakan yang dikembangkan telah dilakukan untuk menciptakan iklim investasi usaha yang terbuka, kondusif dan aman.
”Peningkatan derajat perekonomian secara holistik, juga perlu didukung dengan peningkatan investasi bagi pertumbuhan UKM sehingga mampu bersaing dalam mekanisme pasar dengan pelaku ekonomi lainnya dan mampu beradaptasi dengan perubahan menghadapi pasar bebas ASEAN,” tambah Sri Purnomo.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Sleman Sutadi Gunarto menyampaikan, Penanam Modal Asing (PMA) di wilayah Kabupaten Sleman hingga bulan April 2017 terdapat 67 unit usaha. Jumlah tersebut menyerap nilai investasi mencapai US $ 234.787 yang mampu menampung tenaga kerja hingga 9000 orang.
Untuk Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) pada tahun 2017 tedapat 60 unit usaha dengan nilai investas Rp 3 Milyar dan menyerap 13.816 orang tenaga kerja. “Mulai Januari 2014 pengurusan ijin PMDN tidak perlu ke BKPM RI di Jakarta, tetapi cukup di DPMPP Sleman berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Sleman nomor 24.10 Tahun 2014 tentang kewenangan penyelenggaraan perizinan peraturan Bupati Sleman nomor 33.1 tahun 2015,” kata Gunarto.(Awn)

Related Post