SETELAH LEBARAN, Harga Berbagai Komoditi Pangan Membaik

Sugiyanto@ Kamis, 20 Juli 2017 15:17:28 Bantul

BANTUL (MERAPI)- Harga sejumlah komoditas pangan di pasaran cukup fluktuatif saat Lebaran kemarin. Namun beberapa minggu sesudahnya kembali normal meskipun tercatat mengalami kenaikan. Cabai rawit merah contohnya, sempat berada di bawah harga Rp 20 ribu usai Lebaran, kini harga cabai merah rawit kembali merangkak hingga Rp 32 ribu perkilogramnya. Harga bawang merah juga merambat naik menjadi Rp 33 ribu perkilogramnya dari harga Rp 30 ribu perkilogramnya .
Kepala Dinas Perdagangan (Dindag) Bantul, Subiyanta Hadi mengatakan hasil dari pantauan harga di pasar tradisional pihaknya mencatat berbagai perubahan harga, meski tidak signifikan. Harga yang diprediksi naik namun justru turun adalah daging sapi. Harga daging sapi awalnya Rp 116 ribu perkilogram turun menjadi Rp 115 ribu perkilogram. Turun seribu rupiah perkilogramnya. "Padahal usai lebaran kebutuhan daging sapi akan meningkat karena banyak acara syawalan dan nikahan, tapi harganya justru turun," sebutnya,  Rabu (19/7).
Subiyanta mengatakan harga beras di Kabupaten Bantul juga fluktuatif. Harga beras seperti IR 1 harganya justru turun dari Rp 8.800 perkilogram turun menjadi Rp 8.000 perkilogram. Sedangkan harga beras kelas dua justru naik dari Rp 8.000 perkilogram menjadi Rp 8.500 perkilogram. "Permintaan beras kelas dua naik sehingga harga juga naik melebihi harga beras kualitas di atasnya," terang Subiyanta.
Meskipun kenaikan harga beras hanya Rp 100, namun menurut Subiyanta sangat berpengaruh karena merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Sedangkan kenaikan harga beras yang mencapai Rp 500 perkilonya ini dinilai masih normal jika dibanding dengan daerah lain yang mengalami kenaikan lebih tinggi. Hal ini diduga lantaran biaya transportasi antar saerah yang berbeda. "Mungkin disebabkan biaya transportasi, selain itu jumlah pasokan beras dari petani lokal," imbuhnya.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Peternakan (DPPKP) Bantul, Pulung Haryadi menganggap kenaikan harga cabai ini masih normal. Hal ini bahkan bisa dimanfaatkan oleh para petani untuk menutup kerugian saat harga cabai anjlok beberapa waktu sebelumnya. Diakui stok cabai dari petani mengalami penurunan. Penurunan ini lantaran masa panen cabai yang sudah berlangsung pada bulan Juni yang lalu. Selain itu program tanam cabai di pekarangan yang dinilai berhasil mengurangi ketergantungan konsumen terhadap ketersediaan cabai di pasaran.
Pulung menambahkan hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan terkait lahan cabai yang gagal panen. Sehingga meskipun berkurang, namun stok cabai di Bantul masih mencukupi. "Maret lalu kita lepas Rp 18 ribu bibit cabai, nah panen bulan Juni kemarin. Sekarang sudah lewat masa panen," pungkasnya. (C1)

Related Post