POLEMIK SEKOLAH BTI, Dinas Pendidikan Kawal Pembelajaran Siswa

Sugiyanto@ Minggu, 23 Juli 2017 15:55:18 Yogyakarta
Siswa SD BTI menyimak pebelajaran dengan duduk lesehan di Ndalem Notoprajan, Rabu (19/7) lalu.

UMBULHARJO (MERAPI) - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta akan mengawal pembelajaran siswa SD dan SMP Bhinneka Tunggal Ika (BTI), pascamengungsi di Ndalem Notoprajan. Rencananya Senin (24/7) para siswa itu akan kembali ke sekolah BTI di Kranggan.
“Kami akan mengawal. Jangan sampai yang dirugikan siswa. Yayasan jangan sewenang-wenang dan guru punya tanggung jawab kepada siswa. Kami apresiasi kedua belah pihak untuk melayani pendidikan yang lebih baik,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Edy Heri Suasana, Jumat (21/7).
Dia menuturkan, upaya mediasi antara Yayasan BTI dengan para guru telah dilakukan. Mediasi pertama dengan mengundang kedua belah pihak di waktu yang sama, tapi ada salah satu pihak yang tidak datang. Namun setelah diundang sendiri-sendiri, pihak terkai itu hadir.
Dinas juga telah meninjau langsung pembelajaran di Ndalem Notoprajan. Termasuk dokumen-dokumen terkait SD dan SMP BTI. Dia menyatakan dari yayasan siap menerima kembali para siswa. Oleh sebab itu Disdik akan memastikan pembelajaran siswa tidak terjadi hal-hal yang tidak kondusif. “Kedua belah punya itikad baik mau rujuk. Pembelajaran akan kembali ke sekolah,” imbuhnya.
Secara terpisah Kepala SMP BTI Theresia Nariza Mahari membenarkan dari hasil pertemuan terakhir antara Komite Sekolah dan Disdik Kota Yogyakarta diputuskan Senin (27/7) kegiatan belajar mengajar siswa akan kembali ke sekolah di Jalan Kranggan. Meskipun belum ada titik temu dengan Yayasan BTI, para siswa yang kembali belajar di sekolah di Kranggan akan diajar oleh para guru lama
“Komite sekolah menginginkan anak-anak diajar oleh kami. Bukan guru baru di sana. Yang jelas kami tidak ingin mentelantarkan anak-anak,” tambah Nariza.
Dia menyebut ada sektiar 10 guru SD dan SMP BTI yang selama ini mengajar di Ndalem Notoprajan. Terkait persoalan dengan yayasan, pihaknya berharap segera ada penyelesaian secara internal.
Sementara itu Manajer Operasional Yayasan BTI Andreas Chandra Wibowo mengaku belum mendapatkan informasi terkait rencana para siswa dan guru yang mengungsi di Ndalem Notoprajan untuk kembali ke sekolah di Kranggan. Namun pihaknya siap menerima siswa yang ingin kembali bersekolah di BTI. “Kalau mau menerima dengan peraturan baru, kami silakan,” ujar Chandra.
Aturan baru itu terkait penyesuaian penempatan atau reposisi para guru sesuai kapasitas. Hal itu yang terkait pembaharuan kontak guru. Bukan penonaktifan. Dia mengutarakan reposisi guru dinilainya sesuai arahan Disdik Kota Yogyakarta dengan melihat hasil sertifikasi guru. Di samping itu, terkait kedisiplinan guru dan pegawai. (Tri)

Related Post