Kans 16 Besar Menipis, PSIM Tetap Fokus

Minggu, 23 Juli 2017 19:41:16 Olah Raga

YOGYA (MERAPI) - Peluang PSIM Yogya untuk menembus babak 16 besar Liga 2 Indonesia 2017 semakin menipis. Melakoni laga perdana pada putaran kedua, Laskar Mataram terjungkal ketika bertandang ke kandang Martapura FC di Stadion Demang Lehman, Banjarmasin, Sabtu (22/7). PSIM menyerah 1-3 dari tim tuan rumah.

Dengan kekalahan tersebut, PSIM kini masih tertahan di posisi keempat klasemen sementara Grup 5 Liga 2 dengan nilai 11 poin. Martapura memimpin klasemen sementara dengan 16 poin, disusul Persebaya Surabaya yang mengumpulkan 15 poin di posisi runner up dan Persatu Tuban di posisi ketiga dengan 14 poin.

Perolehan poin PSIM hanya selisih satu poin dengan Persinga Ngawi di posisi kelima. Di tempat ke-6 terdapat Madiun Putra dengan 9 poin. Sedangkan Persepam Madura Utama di peringkat ke-7 dengan 7 poin dan PSBI Blitar sebagai juru kunci dengan 4 poin.

Dengan kondisi tersebut, PSIM mau tak mau harus mengencangkan ikat pinggang untuk bisa terus bersaing di papan atas. Jika tak mampu menembus 16 besar, setidaknya tim yang berdiri sejak 1929 tersebut harus bisa mengamankan tiga kemenangan di partai kandang, termasuk laga menjamu Persatu Tuban, Kamis (27/7) mendatang di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Pada laga melawan Martapura, Sabtu (22/7) lalu, PSIM memang tampil tidak dalam kondisi dengan persiapan matang. Meski melakukan persiapan lewat latihan intensif, PSIM hanya berangkat dengan 15 pemain dan tanpa melakukan ujicoba lapangan. Lebih parah lagi, Hendika Arga Permana dan kawan-kawan baru tiba di Banjarmasin pada malam hari.

Dengan kondisi yang kurang fit, PSIM dipaksa meladeni permainan agresif Martapura sejak menit pertama. Permainan cepat tuan rumah pun langsung mengejutkan PSIM. Laga baru berjalan enam menit, gawang PSIM yang dikawal Oni Kurniawan sudah bobol melalui lesakan Rifan Nahumarury. Berselang lima menit kemudian, Oni kembali harus memungut bola dari gawangnya, setelah Reza Saputra menggandakan keunggulan Martapura. Sebelum babak pertama usai, Martapura memperbesar keunggulan menjadi 3-0 lewat Sandy Pratama.

Memasuki paruh kedua, PSIM memasukkan Krisna Adi Darma menggantikan Pratama Gilang. Bermain dengan skema 4-4-2, PSIM tampil lebih efektif. Namun gol yang ditunggu baru tercipta pada menit 64 lewat aksi Krisna Adi. Tertinggal dengan selisih dua gol, PSIM berusaha terus menekan. Namun kedudukan 3-1 untuk Martapura tak berubah.

Menurut Pelatih PSIM, Erwan Hendarwanto, timnya memang tidak dalam kondisi 100 persen fit. Dengan persiapan fisik yang tidak prima, berpengaruh terhadap penampilan para pemain. “Anak-anak memang belum adaptasi lapangan. Martapura langsung bermain menyerang sejak awal sehingga anak-anak kaget. Gol kedua juga semakin membuat mental pemain turun,” ujarnya.

Dengan kekalahan tersebut, Erwan mengaku jika pihaknya harus kembali bekerja ekstra untuk melakoni sisa 6 laga yang akan dijalani. “Ya kami jadikan pelajaran kekalahan kemarin. Namun kami tak mau menyerah begitu saja. Peluang ke 16 besar memang semakin tipis, tapi kami harus tetap fokus. Tapi masih ada 6 laga yang akan dilakoni. Jika kehilangan poin di partai tandang lawan Martapura, berarti harus cari poin pengganti di partai tandang lainnya. Namun untuk partai kandang juga wajib sapu bersih dengan kemenangan,” akunya.

Terkait laga terdekat lawan Persatu, Erwan menyebutkan jika pihaknya segera melakukan persiapan dengan memulai latihan kembali pada Senin (24/7) ini. “Evaluasi akan kami lakukan setelah lawan Martapura. Besok (hari ini,red) sudah mulai latihan lagi karena Kamis (27/7) sudah main. Dengan waktu mepet, akan kami maksimalkan,” tuturnya. (Oro)

Related Post