Aliran Lukisan Yang Mengambil Objek Keindahan Alam Adalah

Aliran Lukisan Yang Mengambil Objek Keindahan Alam Adalah – Berbicara tentang melukis adalah pengalaman baru bagi saya. Selain itu, saya bukan orang yang bisa menggambar. Dalam seni, saya terutama bekerja dengan sastra dan terkadang dengan teater.

Maka saya agak kaget ketika M Anis mengundang saya untuk membuat katalog Pasar Seni Indonesia atau Indonesia Pictorial Art Market (PSLI) ke-11 yang diadakan di JX International Surabaya dari tanggal 12 hingga 21 Oktober 2018. Saya menerima tawaran M Anis karena hubungan yang baik dan semangat untuk pengalaman baru.

Aliran Lukisan Yang Mengambil Objek Keindahan Alam Adalah

Aliran Lukisan Yang Mengambil Objek Keindahan Alam Adalah

Saya juga mulai menulis sendiri-sendiri tentang lukisan-lukisan yang masuk PSLI. Tentu saja, saya menulis apa yang saya tahu.

Aliran Seni Lukis 1. Romantisme 7. Kubisme 2. Realisme

Karena Anda bukan orang sastra, menulis mungkin tampak canggung. Kesalahan juga dapat terjadi dalam penggunaan istilah teknis. Jelas, tulisan saya hanya dangkal.

Tentu saja saya mengucapkan terima kasih kepada M Anis yang telah memberi saya kesempatan. Terima kasih juga kepada para pelukis yang bersedia bekerja sama.

Kini, hampir 3 tahun menjelang PSLI 2018, saya tiba-tiba teringat dengan karya-karya tersebut. Saya ingin mempostingnya lagi entah bagaimana.

Merak pada dasarnya adalah burung “Syantik” (sedikit meminjam pengucapan dari penyanyi Siti Badriah). Apalagi saat bulu ekornya tumbuh, warnanya berbeda, indah dan penuh vitalitas.

Yang Tidak Termasuk Objek Seni Rupa Murni Keindahan Alam

Namun bagaimana jika warna seluruh tubuh merak tiba-tiba berubah menjadi putih (albino)? Masih cantik. Kalau tidak percaya, lihat lukisan Abdul Basit, atau biasa disapa Usi.

Pelukis Bandung itu menggambarkan burung merak putih dengan latar belakang hitam pekat. Seluruh tubuh berwarna putih. Garis tipis untuk kepala, badan, bulu, batang, dan ujungnya. Merak lebih mulia dan anggun dengan latar belakang putih. Karena Usit sudah mempelajarinya secara detail.

Nyatanya, Ussitt menemukan seni lukis merak. Dia belajar sendiri seni. Modalnya adalah bakat dan ketekunan. Jadi dia suka mendengar pendapat orang. Dia bertemu seorang teman sekali. Teman saya terkesan dengan lukisan merak yang dibuat oleh Usit. Sejak saat itu, Ussit mempelajari keindahan dan karakter burung merak. Dan terus temukan anugerah yang Tuhan berikan kepada burung merak.

Aliran Lukisan Yang Mengambil Objek Keindahan Alam Adalah

Lukisan Agus Yusuf selalu terlihat rapi. Komposisi warna, transisi, dan guratan lembut. Orang mendapat kesan bahwa Argus selalu mempertimbangkan pengaruh artistik secara terukur.

Aliran Naturalisme Adalah: Pengertian, Jenis, Dan Contoh

Mirip dengan pemilihan objek lukisan. Misalnya, dia melukis bunga, dan Argus memilih bunga yang sedang mekar. Ibarat buah, buah sudah matang dan siap dikunyah. Argus sepertinya selalu membangun dunia yang ideal melalui lukisan. Dunia tempat dia muncul sempurna.

Siapa sangka lukisan ini bukan dibuat oleh tangan-tangan terampil. Terlahir tanpa dua tangan, Argus diuji oleh Tuhan. Dan Argus lulus ujian hampir tanpa cacat. Argus bisa melukis lukisan indah meski tanpa tangan. Caranya adalah dengan menggigit kuas, mencelupkan ujungnya ke dalam cat, dan mengaplikasikannya ke kanvas. Terkadang Argus memegang kuas dengan kedua kakinya.

Sebagai hasil dari usahanya, Argus menjadi anggota tetap Asosiasi Seniman Lukis Mulut dan Kaki (AMFPA) yang berbasis di Sweetland. Agus membebankan biaya tetap bulanan dari AMFPA.

Tentu saja, proses kreatif itu tidak mudah bagi seorang pelukis asal Madiun, Jawa Timur. Agus selalu mengasah kemampuan seni dan kepekaannya. Ia bahkan belajar seni rupa di bawah asuhan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Romantisme Yang Tumbuh Melalui Naturalisme Alam Indonesia

Melihat bunga mekar berbasis oranye yang dilukis oleh Alex Sambodo, suasana hati terharu. Anda bisa merasakan kehangatan, kenyamanan, kebahagiaan dan optimisme.

Daya pikat yang kuat dari warna jingga lukisan ini menciptakan lebih dari sekedar keindahan. Selain itu, warna oranye juga dapat memobilisasi emosi. Kombinasi bentuk (bunga) dan warna (oranye). Dalam lukisan itu, entah jingga merupakan mahkota, atau bentuk mahkota menyebutnya jingga. Yang jelas keduanya telah menyatu.

Corolla yang mengganggu. Tiga masih bertunas, dan dua sudah mekar. Dipadukan dengan gradasi warna merah dan kuning yang membentuk jingga, suasana semakin menghangat. Kehangatan yang menawan.

Aliran Lukisan Yang Mengambil Objek Keindahan Alam Adalah

Namun, kehangatan ini diserap oleh sapuan lavender di beberapa bagian daun mahkota. Ungu juga muncul di benang sari dan putik di tengah mahkota. Adanya warna ungu ini membuat suasana menjadi hangat dan membuat orang berimajinasi. Ungu membawa orang ke alam spiritualitas, yang agak misterius.

Berbagai Macam Aliran Lukisan Dan Contohnya

Gambaran kehidupan memang bisa seperti lukisan bunga jeruk karya Alex Sambodo. Di antara kegembiraan dan kehangatan, selalu ada sisi lain yang tidak boleh dilewatkan, yaitu sisi spiritual.

Kuda adalah hewan sempurna yang diciptakan Tuhan, nomor dua setelah manusia. Itulah yang saya pikir. Banyak seniman, penyair, musisi, pematung, pedagang, dan penguasa menjadikan kuda sebagai subjek karya mereka. Ada juga yang menganggap kuda sebagai simbol atau tanda. Kecepatannya, kekuatannya, keanggunannya, kekuatannya, kemewahannya.

Saya telah menggambar kuda selama 20 tahun. Dengan menggambar kuda, saya bisa menyampaikan pemikiran tentang masyarakat, politik, budaya, praktik keagamaan, keintiman, kemarahan, hal-hal dari dunia hingga akhirat.

Apa yang saya gambar sebenarnya adalah seekor kuda. Tapi itu sebenarnya bukan kuda. Inilah kami. Saya menuangkan inspirasi melalui lukisan kuda.

Sisanya Nih Tolong Bantu Ya

Kalimat indah dan mendalam di atas datang dari pelukis Brebe Amor Saputra kelahiran 18 Juli 1962. Pelukis yang bekerja di studio lukis banteng Taman Sari Lippo Kawaraci Tangeran di Pandawa Lima.

Keindahan semacam ini tidak harus pada objek, tetapi pada alam. Kecantikan memiliki lebih banyak arti berkat orang-orang yang sensitif secara emosional. Seseorang yang dapat memaknai alam dengan segala keunikan dan kemegahannya. Salah satunya adalah Anggik Suyatno, seorang pelukis asal Surabaya.

Melalui lukisan Anggik, ia menyampaikan keindahan pengalaman yang ia rasakan saat melihat alam di nusantara. Sawah yang luas, hutan lebat, masyarakat pedesaan yang benar-benar sederhana.

Aliran Lukisan Yang Mengambil Objek Keindahan Alam Adalah

Suatu ketika, Anggik menggambar sebuah hutan yang masih liar. Tidak ada orang di dalam gambar. Hanya pepohonan, rerumputan, bunga-bunga kecil, bebatuan, dan sungai yang tidak mengalir deras. Cahaya menembus daun dan cabang yang tebal.

Pdf) Lukisan Pemandangan: Teknik Spon Dalam Karya Seni Lukis Jelekong

Sebuah pohon tumbang. hancur. Beberapa serangga bergelantungan di tepi sungai, dan beberapa serangga berbaring di tepi sungai dan di tengah sungai. Tidak ada seorang pun di sana. Tampaknya pohon itu tumbang bukan karena ditebang, melainkan karena terlalu tua untuk diambil. Lapuk dan sungai terus mengalir di samping rel.

Anggik menggambarkan peristiwa dengan cukup detail, baik nyata maupun fiktif. Dimiliki oleh kolektor dalam dan luar negeri, sapuan kuas halus sang seniman memberikan tampilan hutan yang realistis. Akar pohon, dahan kering, semak merembes ke muara. Semuanya tampak alami. Anggik sepertinya ingin berbagi pengalaman keindahan hutan dengan siapapun yang melihat lukisannya.

“Alam nusantara itu sejuk dan asri. Luas. Keindahan ini sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Anggik Suyatno yang bermata pencaharian sebagai petani.

Untuk usianya, lukisan Aprilisfiya Handayani cukup menjanjikan. Apri berani bermain dengan warna. Langit yang semula putih, biru, dan hitam, seluruhnya berubah menjadi ungu, merah, dan biru.

Pameran Lukisan Bridge Of Colors: Menjembatani Perbedaan, Mewujudkan Keharmonisan

Pada lukisan lain karya siswa SMAN 1 Singosari, langit tampak diselimuti pelangi. Bukan sekedar garis pelangi yang melengkung, melainkan pelangi yang memanjang sempurna memenuhi langit.

Sapuan kuas mahasiswa Sadikin Pard ini menggabungkan warna-warna berani. Memantulkan cahaya redup yang tajam. tapi harmoni. Keharmonisan langit menyempurnakan karakter bunga tulip di bawah.

Sebagai remaja milenial, Aprilisfiya senang sekali online. Sejak saat itu, pesona taman tulip Belanda telah memikat hatinya. Berbekal kegemarannya menggambar yang ditekuninya sejak SMA, Aprilisfiya kemudian menyalurkan imajinasinya untuk menciptakan berbagai jenis bunga tulip.

Aliran Lukisan Yang Mengambil Objek Keindahan Alam Adalah

Di lautan tulip, dia bersukacita karenanya. Pada saat yang sama, ia mencoba menyampaikan rasa bahagianya kepada orang lain melalui lukisan.

Mengenal Jenis Lukisan Dan Aliran Seni Rupa

Sekilas, lukisan bambu Aries Maulana sangat mirip dengan cetakan foto. lagi. Dengan bantuan akrilik yang cepat kering, Aries mengeksekusi sapuan kuas lembut yang tak tergoyahkan. Meratakan dan meredup bekerja dengan sangat sabar. Kesabaran dan ketekunan bekerja karena 5 tahun pengalaman perjalanan Bali.

Oleh karena itu, Kos belajar secara otodidak, mempelajari teknik melukis dari banyak pelukis Bali. Aries tidak hanya memahami keterampilan praktis, tetapi juga memahami prinsip-prinsip kehidupan. Belajar menyerap ilmu dari lingkungan alam. Aries terobsesi dengan bambu. Maka Aries memutuskan untuk terus mengecat bambu. Melukis dan menyelam. Karena bambu memberimu segala macam pelajaran hidup.

Pelukis Banyuwangi yang tinggal di Blitar itu belajar dari bambu bahwa tidak bisa hidup sendiri. Hidup itu harus berkelompok, bermasyarakat, dan saling membutuhkan. “Bambu adalah penyeimbang alam,” katanya.

Saat angin datang, bambu bengkok. Kemudian ketika angin mereda, kita akan langsung kembali. “Ini seperti perjalanan hidup. Tidak pernah lepas dari cobaan dan rintangan,” imbuhnya.

Contoh Gambar Pemandangan Alam Yang Mudah Ditiru

Aris Koneng mengatakan lukisannya sangat sederhana. Semuanya sederhana, baik warna maupun fungsinya. Pokok bahasan pelukis Jember yang tinggal di Bali ini juga sederhana.

Lalu mari kita lihat perwujudan “sederhana” melalui lukisannya. Misalnya lukisan “Malaikat”. Di sana, Aris Koneng memperlihatkan seorang bocah jongkok (berusia sekitar 10 tahun).

Anak laki-laki berbaju ungu. Karena terlalu lusuh, ungu tak lagi semanis lagu Ungu. Warnanya ungu tua. Lagi-lagi, celana yang dikenakannya lebih membosankan. Dan yang paling membosankan dari semuanya adalah tatapannya.

Aliran Lukisan Yang Mengambil Objek Keindahan Alam Adalah

Pandangan yang tidak mengerti arti dunia. Penampilan yang tangguh. Ungkapan seorang anak mungkin sudah cukup menderita dan tak berdaya, terhibur tapi belum tentu bersimpati, memprotes tapi tak berdaya, sehingga harus mengalah.

Aliran Seni Rupa Beserta Tokoh Dan Gambarnya

Rambut acak-acakan juga mencerminkan nasib bocah itu. Tambahkan loop rantai di kaki. Selain itu, Aris Koneng memberikan latar belakang yang didominasi warna gelap. Merpati abu-abu, kuning, coklat, biru. Kemalangan anak laki-laki itu semakin menyeluruh. Dan Aris Koneng menganugerahkan gelar “malaikat”.

Di lukisan lain, Aris Koneng hampir selalu menggambarkan orang dengan wajah sedih. Semua orang tampak tidak senang. Dia mengatakan lukisannya sangat sederhana.

Ary Indrastuti juga pandai menggambar burung. Ada tujuh burung pipit kecil di alang-alang yang kering. Lukisan itu terlihat sangat alami. khususnya

Keindahan lukisan, gambar lukisan keindahan alam, puisi keindahan objek wisata, lukisan aliran realis, lukisan aliran romantisme, aliran lukisan dan contohnya, contoh lukisan keindahan alam, lukisan objek, gambar aliran lukisan, lukisan keindahan alam, lukisan keindahan alam indonesia, lukisan aliran

close