Anak Ingin Belajar Berpuasa? Penuhi Kebutuhan Cairan, Konsumsi Minumana Manis Secukupnya

Jakarta- Anak-anak tidak perlu puasa, tapi jika ingin belajar membiasakan anak berpuasa, tidak ada salahnya.

Yang perlu Anda lakukan hanyalah memperhatikan kebutuhan nutrisi dan hidrasi anak Anda.

Disampaikan oleh Konsultan Dokter Spesialis Anak, Ahli Gizi dan Gangguan Metabolik, Prof. Dr. Dharmayante Rosli Sgarif, MD, PhD, A(K).

Setidaknya saat berpuasa, orang tua harus menghidrasi anak-anaknya. Untuk berlari cepat dan sehat.

Dalam siaran Instagram IDAI, ia mengatakan, “Jika Anda berpuasa, minumlah saat fajar dan pagi hari. Dengan sahur, kebutuhan air seseorang bisa bervariasi dari 100cc hingga 200cc per kilogram. Jadi jika Anda minum sepanjang malam, katakan ini padanya. “kata. dia banyak minum Sabtu (4 Februari 2022).

Di sisi lain, Dr. Dharmayanti tidak menyarankan orang tua untuk memberikan minuman yang berwarna-warni dan beraroma kepada anak-anaknya.

Minuman harus cukup dan tidak boleh dikonsumsi berlebihan. Orang tua harus membagi waktu anak-anak mereka ketika minum alkohol.

Jika Anda banyak minum, Anda akan banyak buang air kecil.

Tak hanya itu, terlalu banyak alkohol bisa membuat anak makan lebih sedikit karena kapasitas perutnya yang masih kecil.

Dr. Dharmayanti menambahkan: “Jangan langsung minum terlalu banyak atau makan terlalu sedikit. Anda perlu menjaga keseimbangan saat mengontrol nutrisi dan cairan selama puasa.”

Di sisi lain, dianjurkan untuk mengonsumsi minuman manis dalam jumlah sedang selama Sahur atau Buka Puasa. Misalnya teh hangat.

Dia berkata lagi, “Saya tahu bahwa saya hanya minum air murni tanpa rasa di antara waktu makan. Dari sudut pandang kesehatan, saya memastikan anak-anak minum air agar mereka tidak menjadi gemuk dan tidak kotor.”

Mereka bilang tidak apa-apa minum air dingin daripada air beraroma.

Namun masih harus dilihat bagaimana kondisi anak nantinya. Minum air dingin tentu tidak dianjurkan jika sedang pilek dan demam.

Membiasakan minum air beraroma atau berwarna tidak baik untuk kesehatan Anda.

Ini karena mereka biasanya mengandung persentase gula yang tinggi. Jika dikonsumsi terus menerus, keseimbangan insulin dapat terganggu.

Dia berkata “Artinya kita tidak biasa minum air yang beraroma. Kalian sudah biasa minum air putih. Teh tidak apa-apa. Sahur atau berbuka puasa.” Laporan Reporter Aisha Nursiamsi