Apa Itu Epilepsi? Berikut Penyebab, Gejala, Dan Berbagai Jenis Epilepsi:

– Berikut penjelasan penyebab, gejala, dan apa saja jenis-jenis epilepsi.

Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat (neurologis) di mana aktivitas otak menjadi tidak normal.

Menurut Mayo Clinic, epilepsi menyebabkan kejang atau perilaku abnormal, terkadang kehilangan kesadaran.

Gejala kejang pasien dapat bervariasi.

Beberapa orang dengan epilepsi biasanya menatap kosong selama beberapa detik selama kejang, sementara yang lain berulang kali menggerakkan lengan atau kaki mereka.

Penyebab Epilepsi

Menurut Mayo Clinic, sebagian besar penyebab epilepsi tidak dapat diidentifikasi.

Namun, dalam beberapa kasus, epilepsi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Pengaruh genetik

Beberapa jenis epilepsi, yang diklasifikasikan menurut jenis kejang atau bagian otak yang terkena, terjadi dalam keluarga.

Dalam hal ini, mungkin ada pengaruh genetik.

Para peneliti telah menghubungkan beberapa jenis epilepsi dengan gen tertentu, tetapi bagi kebanyakan orang, gen hanyalah bagian dari penyebab epilepsi.

Gen tertentu dapat membuat Anda lebih sensitif terhadap kondisi lingkungan yang memicu kejang.

2. Trauma kepala

Trauma kepala akibat kecelakaan mobil atau cedera traumatis lainnya dapat menyebabkan epilepsi.

3. Kondisi Otak

Kondisi yang merusak otak, termasuk tumor otak atau malformasi pembuluh darah seperti malformasi arteriovenosa (AVM) dan malformasi kavernosa, dapat menyebabkan epilepsi.

Stroke juga bisa menjadi penyebab utama epilepsi pada orang dewasa di atas usia 35 tahun.

4. Infeksi

Penyakit menular seperti meningitis, HIV, ensefalitis virus, dan beberapa infeksi parasit dapat menyebabkan epilepsi.

5. Cedera Prenatal

Sebelum lahir, bayi rentan mengalami kerusakan otak yang bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti infeksi ibu, malnutrisi, atau kekurangan oksigen.

Kerusakan otak ini dapat menyebabkan epilepsi atau palsi serebral.

6. Disabilitas Perkembangan

Epilepsi terkadang dapat dikaitkan dengan gangguan perkembangan seperti autisme.

Gejala Epilepsi

Karena epilepsi disebabkan oleh aktivitas abnormal di otak, kejang dapat mempengaruhi semua proses koordinasi di otak.

Gejala dan tanda kejang, antara lain:

– kebingungan sementara;

– mata menatap

– otot kaku;

– gerakan kejang yang tidak terkendali pada lengan dan kaki;

– penurunan kesadaran;

– Gejala psikologis seperti ketakutan, kecemasan atau déjà vu.

Gejala tergantung pada jenis kejang.

Dalam kebanyakan kasus, penderita epilepsi cenderung memiliki jenis kejang yang sama setiap kali, sehingga gejalanya akan serupa.

Jenis-jenis Epilepsi

Tergantung pada bagaimana dan di mana aktivitas otak abnormal terjadi, dokter biasanya mengklasifikasikan epilepsi menjadi dua kategori: kejang fokal dan kejang umum.

kejang fokal

Kejang fokal juga disebut kejang parsial.

Kejang fokal adalah kejang yang terjadi akibat aktivitas abnormal hanya pada satu area otak.

Kejang ini terbagi dalam dua kategori:

– Kejang fokal tanpa kehilangan kesadaran

Kejang fokal tanpa kehilangan kesadaran disebut kejang parsial sederhana.

Kejang ini tidak menyebabkan hilangnya kesadaran, dan beberapa orang mengalami déjà vu.

Jenis kejang ini juga dapat menyebabkan kram dan kesemutan yang tidak disengaja, pusing, dan sensasi berkedip di satu bagian tubuh, seperti lengan atau kaki.

– Kejang fokal dengan gangguan kesadaran

Kejang fokal dengan gangguan kesadaran disebut kejang parsial kompleks.

Kejang ini termasuk perubahan atau kehilangan kesadaran.

Kejang jenis ini dapat muncul seolah-olah sedang bermimpi.

Selama kejang fokal dengan gangguan kesadaran, orang mungkin menatap ke luar angkasa dan tidak merespon secara normal terhadap lingkungan mereka, atau melakukan gerakan berulang seperti menggosok, mengunyah, menelan, atau berjalan berputar-putar.

kejang umum

Kejang umum adalah kejang yang terjadi akibat aktivitas abnormal di area otak mana pun.

Kejang ini terbagi dalam enam kategori:

– Absensi

Kejang defisit, sebelumnya dikenal sebagai kejang ringan, umumnya terjadi pada anak-anak.

Biasanya terjadi sekitar 100 kali sehari dan menyebabkan hilangnya kesadaran secara singkat.

– kejang tonik

Kram ini ditandai dengan otot yang kaku dan tegang.

Kejang ini biasanya mempengaruhi otot-otot di punggung, lengan, dan kaki Anda, dan Anda mungkin jatuh ke tanah.

– kejang tonik

Kejang tonik, juga dikenal sebagai kejang jatuh, menyebabkan hilangnya kontrol otot.

Kram ini paling sering mempengaruhi kaki dan sering menyebabkan pingsan mendadak atau jatuh.

– kejang mioklonik

Kejang mioklonik berhubungan dengan kejang berulang atau gerakan otot berirama.

Kejang ini biasanya mempengaruhi leher, wajah, dan lengan.

– kejang mioklonik

Kejang mioklonik biasanya muncul tiba-tiba, kejang singkat atau kejang yang biasanya menyerang tubuh bagian atas, lengan, dan kaki.

– kejang tonik-klonik

Kejang tonik-klonik, sebelumnya dikenal sebagai kejang besar, adalah jenis kejang epilepsi yang paling dramatis.

Anda mungkin kehilangan kesadaran secara tiba-tiba, dan tubuh Anda mungkin kaku, kejang, dan gemetar.

Terkadang mereka kehilangan kendali atas kandung kemih mereka atau menggigit lidah mereka.

(/Latifah)