Apa Saja Faktor Keberhasilan Bayi Tabung? Ini Kata Dokter Fertilitas

– Pembuahan In Vitro Fertilization (IVF) atau yang lazim dikenal dengan program bayi tabung adalah teknik memperoleh keturunan, yakni dengan cara menggabungkan sel telur dan sel sperma agar di luar tubuh perempuan.

Secara garis besar, bayi tabung dilakukan dengan mengekstraksi sel-sel telur, mengambil sampel sperma, kemudian secara manual “mengawinkan” sel telur dan sperma tersebut.

Program bayi tabung dapat menjadi solusi bagi pasangan yang mengalami infertilitas atau gangguan kesuburan, sehingga sulit menghasilkan keturunan.

Pada Kamis (28/4/2022) lalu, berkesempatan mewawancarai Dr. dr. Jimmy Yanuar Annas, SpOG(K)Fer, dokter ahli fertilitas yang berpraktik di Morula IVF, salah satu klinik program bayi tabung dan fertilitas terbesar di Indonesia.

“Program bayi tabung terjadi secara artifisial dengan sel telur diambil dari rumah (indung telur) yang sudah dilakukan tahap simulasi,” ungkap dr. Jimmy.

Bagaimana tahapan proses bayi tabung?

Jimmy merunutkan, proses perkawinan sel sperma dengan sel telur melalui bayi tabung melewati beberapa tahapan.

Tahapan pertama adalah screening. Pada tahapan ini dilakukan pemeriksaan mengenai kondisi kesehatan dan fisiologis dari pasien. Jika pasien sudah siap, maka bisa dilanjutkan ke tahapan selanjutnya, yaitu tahapan simulasi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pasien dan sudah oke, maka bisa dilanjutkan ke tahapan simulasi indung telur,” sambungnya.

Proses simulasi pembuahan yang terjadi pada bayi tabung berbeda dengan pembuahan konvensional. Pada program ini, sel telur yang dihasilkan melebihi dari jumlah sel telur yang biasanya, alias lebih dari satu sel telur.

Hal ini bisa terjadi karena pada saat pasien wanita mengikuti program bayi tabung, sel telur yang dihasilkan bisa berjumlah minimal 3 buah dalam sekali pembuahan berkat penggunaan obat penyubur yang diberikan oleh dokter.

Tahapan berikutnya, sel telur akan diambil atau “dipanen” dari indung telur. Proses panen dilakukan melalui penyuntikkan terhadap cairan yang berisikan sel telur. Lalu, sel telur diteliti dan dinilai apakah dapat dibuahi secara in vitro oleh sperma.

Sel telur yang layak dibuahi akan disimpan di laboratorium dan dicampur dengan sel sperma dari pasien laki-laki yang tanpa proses penetrasi.

Proses selanjutnya adalah membekukan sel telur selama 3-5 hari.

“Setelah itu, kita lihat apakah sel telur dapat berubah menjadi embrio? Kami akan terus mengawasi,” ujar dr. Jimmy.

Tingkat keberhasilan dipengaruhi berbagai faktor

Bayi tabung diketahui sebagai salah satu program pembuahan artifisial yang mampu menjawab masalah kesulitan memperoleh keturunan.

Program ini kerap dipilih lantaran memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Secara persentase, bayi tabung memiliki tingkat keberhasilan 35-45%.

Namun, meski memiliki tingkat keberhasilan paling baik, terdapat beberapa variabel yang jadi faktor penentu keberhasilan program bayi tabung. Antara lain, kualitas dan kuantitas sel sperma, kualitas dan kuantitas sel telur, serta kualitas embrio yang dihasilkan.

Lebih lanjut, dr. Jimmy juga menambahkan bahwa keberhasilan bayi tabung yang mencapai 45% sangat bergantun pada usia wanita dan riwayat masalah reproduksi, seperti endometriosis, atau penyakit progresif lainnya.

Pasien wanita yang berusia di atas 35 tahun berisiko memiliki kualitas dan cadangan sel telur yang kurang baik ketimbang usia di bawah 35 tahun. Selain itu, masalah psikologis juga dapat mempengaruhi fertilitas.

“Maka dari itu, sebelum melakukan program bayi tabung, pasien terlebih dulu melakukan kontrol ke dokter, untuk evaluasi sperma, evaluasi usia, evaluasi penyakit (terutama kandungan), lalu bisa menentukan waktu yang tepat,” ujar dr. Jimmy.

Pilih klinik bayi tabung tepercaya

“Maka dari itu, sebelum melakukan program bayi tabung, pasien terlebih dulu melakukan kontrol ke dokter, untuk evaluasi sperma, evaluasi usia, evaluasi penyakit (terutama kandungan), lalu bisa menentukan waktu yang tepat,” ujar dr. Jimmy.

Jimmy menambahkan, kualitas klinik dan tenaga ahli atau dokter sangat berperan penting untuk keberhasilan program bayi tabung. Maka itu, ayah dan ibu, jika berencana memiliki anak melalui program bayi tabung, jangan lupa memilih klinik yang sudah kredibel dan berfasilitas lengkap ya!

Terakhir, dr. Jimmy tak lupa mengimbau para pasangan agar tidak ragu untuk memulai program bayi tabung jika keduanya sudah matang memutuskan mengambil jalan ini.

“Semakin lama program bayi tabung ditunda, umur tidak akan bisa dibeli dengan uang,” pungkasnya.

Morula IVF adalah salah satu klinik fertilitas terpercaya di Indonesia dengan peningkatan pasien yang mengikuti program Bayi Tabung kian bertambah setiap tahunnya, dengan rata-rata pertumbuhan 30% per tahun.

Tak perlu ke luar negeri, tingkat keberhasilan Morula IVF setara dengan klinik bayi tabung di tingkat global, lho, dengan angka kehamilan tertinggi pernah mencapai 72%.