Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Anda Jika Anda Berjalan Secara Konsisten Selama 30 Menit Sehari Tanpa Istirahat?

, JAKARTA — Jalan kaki merupakan olahraga yang mudah dan terjangkau. Tapi sering dianggap sepele.

Meskipun berjalan setiap hari tanpa henti selama 15-30 menit setiap hari memberikan manfaat fisik dan mental.

Sebelum memulai olahraga sederhana ini, ada baiknya Anda mengetahui manfaat jalan kaki secara teratur, dikutip dari berbagai sumber.

pencegahan penyakit jantung

Menurut American Heart Association, berjalan sama efektifnya dalam mencegah penyakit jantung dan stroke seperti berlari. Kegiatan ini membantu mencegah penyakit jantung dengan menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol serta meningkatkan sirkulasi darah.

tenangkan pikiranmu

Jika berjalan kaki bisa memperbaiki gejala depresi pada pasien yang menderita penyakit tersebut. Ini memiliki efek positif ketika seseorang merasa buruk atau lelah secara mental.

perubahan positif di otak

Satu studi menemukan bahwa berjalan membantu mencegah demensia, mengurangi risiko mengembangkan Alzheimer, dan meningkatkan kesehatan mental. Ini juga mengurangi stres mental dan menjaga kadar endorfin tetap tinggi di dalam tubuh.

penglihatan yang lebih baik

Sepertinya tidak ada hubungannya dengan kaki. Tapi berjalan juga baik untuk mata Anda. Ini adalah penyakit di mana cairan menumpuk di bagian depan mata dan meningkatkan tekanan pada saraf optik karena dapat membantu melawan glaukoma.

peningkatan volume paru-paru

Berjalan adalah latihan aerobik yang meningkatkan jumlah oksigen dalam aliran darah Anda dan membantu melatih paru-paru Anda, serta racun lain yang perlu Anda buang. Penyakit paru-paru juga bisa diatasi karena orang bernafas lebih dalam dan lebih baik.

meningkatkan kekuatan otot

Tidak hanya kekuatan Anda akan meningkat, tetapi Anda juga dapat menurunkan berat badan. Bagi orang yang berjalan 10.000 langkah setiap hari setara dengan berlatih di pusat kebugaran, dan kemungkinan cederanya lebih kecil, terutama jika mereka berjalan dalam kondisi mendaki.

efek positif pada pankreas

Studi telah menemukan bahwa berjalan memiliki efek positif yang lebih besar pada pankreas daripada berlari pada manusia. Penelitian telah menunjukkan bahwa kelompok yang berjalan selama 6 bulan mengalami peningkatan enam kali lipat dalam toleransi glukosa dibandingkan dengan kelompok yang berlari.

pencegahan diabetes

Timbulnya diabetes tipe 2 dapat ditunda atau dicegah, terutama pada orang gemuk (National Institute of Diabetes and Kidney Diseases), jika terbiasa dengan kecepatan sekitar 6 km per jam dan waktu tempuh sekitar 50 menit.

Diabetes bisa diatasi tanpa minum obat, dan bisa diatasi dengan memilih olahraga teratur. Jika gula darah Anda dapat dikontrol hanya dengan menggerakkan tubuh Anda (berjalan cepat), Anda tidak memerlukan obat-obatan. Dengan kata lain, jalan cepat sama bermanfaatnya dengan obat diabetes.

Mengurangi risiko stroke

Meskipun manfaat jalan kaki bagi pasien stroke tidak senyata mereka yang mengalami gagal jantung koroner, beberapa penelitian menunjukkan hasil yang menggembirakan. Di masa lalu, ketika nenek moyang kita lebih banyak berjalan setiap hari, tidak ada banyak pukulan. masa lalu seperti sekarang. Satu penelitian terhadap 70.000 perawat (Harvard School of Public Health) di tempat kerja mencatat berjalan 20 jam seminggu dan mengurangi risiko stroke hingga dua pertiga.

Mengurangi resiko serangan jantung.

Otot jantung membutuhkan lebih banyak aliran darah dari arteri koroner agar berfungsi dan fit secara normal sehingga dapat memompa darah tanpa henti. Untuk melakukan ini, otot jantung membutuhkan lebih banyak aliran darah dan aliran yang lebih lancar. Berjalan mempercepat aliran darah ke jantung koroner. Dengan demikian, titer oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung dipertahankan cukup untuk terus berdetak.

Sebaik. Kelenturan pembuluh darah tubuh yang terlatih untuk berkontraksi dan mengembang akan dibantu oleh spasme otot-otot tubuh di sekitar dinding pembuluh darah saat melakukan aktivitas jalan cepat.

Akibatnya, tekanan darah cenderung turun dan gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah juga menurun.

Di luar itu, kolesterol baik (HDL) meningkat dengan berjalan kaki. Berjalan dapat mengurangi risiko serangan jantung hingga setengahnya

berat badan stabil

Ternyata membiasakan jalan kaki secara rutin meningkatkan laju metabolisme tubuh. Selain banyak kalori yang terbuang dari aktivitas berjalan kaki, setiap kelebihan kalori yang mungkin ada akan dibakar oleh metabolisme tubuh yang meningkat sehingga tidak terjadi penambahan berat badan.

Untuk melakukan diet.

Selain menjaga berat badan yang stabil, kelebihan berat badan bisa hilang melalui jalan kaki yang teratur. Jika Anda rajin berjalan cukup cepat setidaknya selama satu jam, Anda akan membakar kelebihan lemak di bawah kulit Anda.

memperkuat sendi dan tulang

Jalan kaki secara teratur dapat meningkatkan mobilitas sendi, mencegah pengeroposan tulang, dan mengurangi risiko patah tulang. The Arthritis Foundation merekomendasikan setidaknya 30 menit berjalan sedang setiap hari untuk mengurangi nyeri sendi, kekakuan, dan peradangan.

pencernaan membaik

Berjalan kaki selama 30 menit sehari tidak hanya mengurangi risiko kanker usus besar di masa depan, tetapi juga dapat meningkatkan pencernaan. Saat Anda berjalan, tubuh Anda bergerak sesuai dengan gerak peristaltik usus Anda, sehingga buang air besar Anda lebih teratur. Kanker usus besar juga disebabkan oleh tinja yang tinggal di saluran pencernaan lebih lama. Studi lain menyebutkan peran jalan kaki dalam kemungkinan penurunan risiko kanker payudara.

menghilangkan sakit pinggang

Jalan kaki bisa menjadi penyelamat bagi orang yang mengalami sakit punggung saat melakukan olahraga yang lebih berat. Berjalan meningkatkan sirkulasi darah di dalam struktur tulang belakang dan meningkatkan postur dan fleksibilitas, yang penting untuk kesehatan tulang belakang.

Pencegahan osteoporosis

Olahraga dan jalan cepat memperkuat tulang serta otot Anda. Tambahan kalsium dan vitamin D saja tidak dapat mencegah atau memperlambat perkembangan osteoporosis. Tubuh Anda juga perlu berolahraga, dan untuk menghindari ancaman osteoporosis, Anda perlu terpapar sinar matahari pagi setidaknya selama 15 menit. Orang yang melakukan aktivitas fisik secara teratur dan mendapatkan cukup kalsium diprediksi akan bebas dari osteoporosis pada usia 70 tahun.