Bagaimana Mengetahui Makanan Beku Yang Sehat? Ini Kata Ahli Gizi

Jakarta – Makanan beku merupakan hal yang tidak asing lagi dalam kehidupan sebagian orang.

Ini terutama berlaku untuk orang yang sangat sibuk dengan pekerjaan atau hal lain dan tidak punya waktu untuk mengolah makanan segar.

Berbeda dengan makanan beku yang dihangatkan saat lapar. Kemudian siap disantap.

Pertanyaannya, apakah makanan beku baik untuk kesehatan?

Makanan beku bisa sama sehatnya dengan makanan segar. Hal itu terungkap dalam wawancara Insider dengan beberapa ahli gizi.

Dalam sebuah wawancara, ahli gizi Jane Lavardera menekankan bahwa makanan beku tidak hanya cocok untuk dikonsumsi, tetapi juga mengandung nutrisi.

Kemudian dia merekomendasikan untuk menghindari pilihan yang mengandung pengawet, rasa dan warna buatan. Mengandung bahan-bahan lain yang tidak ditemukan di dapur Anda.

Kemudian periksa daftar bahan. Dia menyarankan untuk melihat papan nutrisi untuk potensi tanda bahaya.

Untuk makanan beku, masalah terbesar adalah natrium, jadi Anda akan menginginkan pilihan terendah yang tersedia. Juga periksa hal-hal seperti lemak trans dan jenuh, gula (yang harus rendah), protein dan serat. Ini adalah hal-hal yang hebat.”

Faktanya, makanan beku tidak membutuhkan bahan pengawet sebanyak makanan segar.

Menurut Caleb Backe, pakar kesehatan dan kebugaran di Maple Holistics, buah dan sayuran beku yang dikemas seringkali mengandung lebih banyak nutrisi daripada buah segar.

Pasalnya, sayuran beku dari peternakan langsung dicuci dan dibekukan. Nutritional Chef Melissa Eboli menjelaskan bahwa produk-produk ini disemprot dengan bahan kimia dibandingkan dengan produk segar agar stabil dalam jangka waktu tertentu atau bertahan lebih lama.

Makanan beku lainnya, seperti daging, tidak mengandung bahan pengawet untuk alasan yang sama.

Jika Anda sibuk atau tidak punya banyak waktu untuk hal lain, makanan beku bisa menjadi pilihan yang sehat untuk Anda.

Ada banyak makanan beku di pasaran saat ini. Terutama daging olahan.

Permintaan makanan beku cenderung meningkat sejak PSBB pertama kali diterapkan di masa pandemi.

Data dari Euromonitor International Pada Desember 2020, pertumbuhan produk olahan daging diperkirakan mencapai 8% dari tahun 2021 hingga 2025.

Seiring dengan tingginya minat masyarakat terhadap makanan beku, pertimbangan akan kebersihan makanan beku dihadirkan.

Dewi Rosley, Chief Operating Officer PT Madusari Nusaperdana mengatakan, “KIMBO telah menerapkan sistem manajemen Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP) ISO 22000:2005 dari awal.

Melalui sistem ini, makanan beku menganalisis dan mengendalikan risiko biologis, kimia, dan fisik mulai dari produksi, pengadaan, dan penanganan bahan mentah hingga pembuatan, distribusi, dan konsumsi produk jadi.

Selain kebersihan, kata Dewey, nutrisi makanan beku juga penting untuk diperhatikan di masa pandemi ini.

Menurut dia, daging olahan harus selalu kaya nutrisi, terutama protein, dengan memperhatikan kualitas bahan bakunya.

Dewey menambahkan, “Ini kaya akan vitamin E, omega-3 dan omega-6, yang memperkuat kekebalan tubuh.”

Reporter Willem Jonata

TRIBUNNEWSCOM