Balita Di Bekasi Punya Kebiasaan Makan Kertas, Begini Tanggapan Dokter Umum

Jakarta – Bocah berusia tiga tahun berinisial (GI) asal Kecamatan Murajampong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, punya kebiasaan aneh.

Dia sudah makan kertas sejak dia berumur satu tahun. Ajaibnya, anak itu tidak mengalami gangguan pencernaan.

Orang tuanya mengatakan hal yang tidak biasa yang ditelan tentara itu keluar saat anak itu buang air besar. Tidak hanya kertas, tetapi juga sandal, kerikil dan styrofoam.

Dari segi kesehatan, GP Dr. Yeni Wolandari menilai kejadian ini sebagai gangguan makan kayu manis.

Ia mengatakan dalam wawancara, Kamis (24/3/2022) “Ini adalah jenis gangguan makan di mana pasien mengetahui bahwa seseorang hanya ingin makan sesuatu yang tidak bergizi atau tidak bermanfaat bagi kesehatan.”

Gangguan ini bisa terjadi pada anak-anak, ibu hamil, atau rata-rata orang. Namun, gangguan ini lebih sering terjadi pada anak-anak.

Alasannya bisa berbeda. Dapat disebabkan oleh faktor psikologis, defisiensi besi, anemia defisiensi besi, atau seperti defisiensi besi.

Jika dibiarkan, menurut dr Yeni, gangguan makan pizza bisa berdampak pada kesehatan. Terutama pada sistem pencernaan.

“Tentu saja efeknya bagi kesehatan kebanyakan pada sistem pencernaan. Seperti kembung, mual dan muntah. Tentu bisa menimbulkan gangguan psikologis pada anak dan gangguan kesehatan lainnya,” tambah dr Yeni.

Selain itu, akibat kelainan ini, anak bisa mengalami anemia, tubuh menjadi sangat kurus dan menderita gizi buruk. Pada anak-anak atau ibu hamil, gangguan makan bersifat sementara.

Biasanya tanpa pengobatan, gangguan makan ini bisa hilang dengan sendirinya. Namun, ada juga beberapa situasi yang harus ditangani langsung oleh tenaga medis.

“Kecuali ada kekurangan zat besi, kita harus menambahkan zat besi ke setiap makanan yang diberikan. Kebiasaan makan daun ini tidak normal,” katanya.

Mengenai pengobatan, rehabilitasi juga akan diberikan setelah berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, gangguan ini dapat dikoreksi dengan mengatasi kekurangan zat besi.

Dr Yeni menyimpulkan dengan mengatakan, “Misalnya makan bayam yang kaya zat besi. Jika nutrisi terpenuhi, pasien akan kembali normal.”

Laporan wartawan Aisha Nursiamsi