Cegah Stunting, Pengantin Periksa Kesehatan Sebelum Menikah

Jakarta – Kabupaten Pribes masih menjadi salah satu daerah dengan prevalensi tinggi badan kerdil atau lebih dari 20 persen.

Untuk mempercepat pengurangan masalah stunting, pemerintah mengimbau pengantin baru untuk memeriksakan kesehatannya sebelum menikah.

Kami menghimbau para remaja putri sebelum menikah dengan laki-laki untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk calon suaminya. Demi menghasilkan keturunan yang sehat, Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Komenfo Wirianta, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/3/2022).

Bonus demografi itu adalah rahmat bagi Indonesia pada 2045, kata Wirianta, jadi penduduk pada tahun itu harus bersedia mulai sekarang.

Anak-anak Indonesia yang tumbuh sehat akan menjadi generasi penerus bangsa yang cakap.

Sehingga target pemerintah untuk menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen pada tahun 2024 merupakan target yang harus dipenuhi.

“Negara akan makmur jika memiliki generasi yang sehat dan produktif,” ujarnya.

Koordinator Pengembangan Komunikasi, Informasi, dan Pendidikan BKKBN, Fabiola Tazerina Tazer, membenarkan bahwa usia ideal untuk menikah dalam program BKKBN adalah 21 tahun untuk anak perempuan dan 25 tahun untuk anak laki-laki.

“Tentunya kami juga memiliki cek siap pernikahan. Sekarang kami memiliki aplikasi situs web siap pernikahan.

Di sana saya bisa menguji apakah saya siap, karena tidak hanya kesiapan fisik, tetapi juga kesiapan mental, psikologis, dan sosial. Apakah kita siap (juga) secara finansial, karena itu juga penting pada saat menikah.”

Laporan oleh jurnalis Fahdi Al-Fahliwi