Berita  

Contoh Teks Pidato RT-RW Pada Malam 17 Agustus Di Tirakatan Menyambut HUT RI Ke-77

– Berikut ini contoh perwakilan RT yang memberikan sambutan pada malam 17 Agustus di Tirakatan dalam rangka menyambut HUT ke-77 berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Banyak orang Indonesia biasanya merayakan malam Tirakatan pada malam 16 Agustus.

Rangkaian acara tirakatan malam biasanya menampilkan orasi dari tokoh masyarakat setempat seperti RT/RW, panitia dan tokoh masyarakat lainnya.

Contoh teks sambutan untuk acara malam Tirakatan Ketua RT:

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Semoga berhasil untuk kita semua.

Kepala Desa yang terhormat…

Yang terhormat Presiden RW… Presiden RT, Ketua Panitia, dan Warga Negara yang Terhormat…

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kehadirat Allah SWT beserta segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul di tempat ini untuk melaksanakan malam Tirakatan malam ini.

Apalagi malam ini adalah malam 17 Agustus di Tirakatan, saat Sukarnohata mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia 77 tahun yang lalu.

Hari ini kita merenungkan sejarah perjuangan para pahlawan kita dan berterima kasih atas perjalanan panjang yang telah membawa kita ke negara kita saat ini pembebasan dari kolonialisme.

Kemerdekaan Indonesia membawa harapan dan doa bagi kita semua, bangsa Indonesia harus merdeka dan hukum harus ditegakkan secara adil untuk mewujudkan cita-cita masyarakat adil dan makmur.

Mari kita ingat kembali apa yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00 pagi.

nama. Soekarno menegaskan kembali proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagai berikut:

“Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal yang menyangkut pengalihan kekuasaan, dll. akan ditangani secepat dan secermat mungkin.

Jakarta, 17 hari 8 tahun 45 hari

Atas nama warga negara Indonesia Soekarno / Hatta “

Kemerdekaan kita adalah anugerah dan anugerah Allah SWT atas perjuangan bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Selanjutnya, mari kita manfaatkan momen kemerdekaan ini untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat kita.

Kami membantu dan menghormati satu sama lain dan menciptakan lingkungan yang aman, damai dan nyaman.

Sekali lagi, mari kita hiasi esensi kemerdekaan Indonesia dengan menjaga kerukunan dan keutuhan masyarakat.

Jangan sampai kita terpecah.

Oleh karena itu, sebagai manusia biasa, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

Wassalamu’alaimum Wr. Wb.

(/Pondra Puger)