Fakta Baru Kasus Tewasnya Pelajar SMA Di Yogyakarta Berdasar BAP Polisi: Berawal Dari Saling Maki

Ada fakta baru tentang kronologi kematian seorang siswa SMA bernama Dava Adzin Alpsith di Jalan Gidungkoning, Kota Gedi Yogyakarta. .

Transkrip interogasi polisi menunjukkan bahwa penganiayaan bukanlah kejahatan jalanan atau keduanya.

Namun, polisi mengkonfirmasi bahwa ada lima tersangka dalam serangan itu, dan dua sepeda motor digunakan.

Bagaimana kasusnya akan dimulai jika dia curiga itu bukan ginjalnya?

Berikut ini adalah uraian babad Direskrimum Kepolisian Daerah Yogyakarta (Direskrimum) Yogya yang dikutip oleh Coombs Paul Adi Ari Siyam Indriadi dari Yogya.

1. Memulai Geber Motors

Sekelompok delapan korban mengendarai lima mobil di Jalan Ring Road di Slatan.

Kemudian kelima mesin tersebut mencoba mempercepat dengan cara dikemudikan agar mengeluarkan suara knalpot.

Rombongan korban kemudian memperlambat laju kendaraannya dan menyusul kedua tersangka pelaku.

Peristiwa itu terungkap melalui penyelidikan polisi terhadap 11 saksi.

2. Korban makan di kantin dan pelaku berkunjung.

Rombongan korban melanjutkan perjalanan dan menuju Jalan Imogiri.

Namun, mereka dapat mengkonfirmasi bahwa tidak ada kelompok tersangka di sekitar.

Rombongan korban juga mengunjungi salah satu warung makan Jalan Jidongkuning.

Hanya saja ada yang turun dan tidak semuanya turun untuk masuk ke warung makan.

Sementara yang lain menunggu di ruang tunggu warung makan.

Kemudian dua sepeda motor muncul di samping sekelompok korban.

Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi dari saksi mata, pelaku mengendarai sepeda motor dan mengelak dari rombongan korban dengan mengumpat.

Karena tidak dapat diterimanya pelaku, empat sepeda motor dari kelompok korban mengejar pelaku.

Saat pengejaran, pelaku datang dari arah utara kemudian menuju selatan.

3. Korban tertabrak peralatan saat mengejar pelaku.

Kejadian berlanjut ketika salah satu pelaku turun dari sepeda motor dengan peralatan yang terpasang.

Pelaku yang turun menghadang rombongan yang berusaha mengejar.

Sepeda motor pertama kelompok korban tidak tertabrak karena gigi yang dipegangnya berguncang.

Kebetulan, pelaku mengayunkan gigi dua pada sepeda motor korban dalam posisi penumpang jok belakang.

Akibatnya, sepeda motor korban terguncang dan jatuh karena melaju dengan kecepatan tinggi.

4. Patroli polisi bawa korban ke rumah sakit

Tak lama setelah kejadian, ada patroli oleh polisi setempat Di Sabra.

Kemudian, sekitar pukul 02.10 WIB, tim patroli membawa korban ke RSUD dr. Dia dibawa ke Rumah Sakit Umum Hardjolokito, di mana dia punya waktu untuk membantu para korban.

Satu-satunya hal yang tidak menyelamatkan nyawa korban adalah dia meninggal pada Minggu pagi.

Sementara itu, polisi masih melanjutkan penyelidikan dengan mengamankan 9 video dari CCTV.

Polisi kemudian menyimpulkan bahwa motif perkelahian adalah hasil interaksi emosional antara pelaku dan korban.

Untuk referensi, motif Adin Albasis adalah putra Madkan Anis, anggota Republik Rakyat Demokratik Korea.

Sedangkan Dava adalah siswa di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

Direktur SMA Muhammadiyah 2 Atas persetujuan Yogyakarta, Slamet Purwo, Dava, Dava adalah mahasiswa aktif di organisasi yang juga menjadi Direktur Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM).

Slamet juga mengatakan bahwa Dava juga aktif di Organisasi Siswa Sekolah Menengah (OSIS) di lingkungan sekolah tersebut.

“Secara ilmiah, anak ini romantis. Ya, saya tidak bercanda. Belum lama ini, saya kemarin menjadi panelis acara seni Rising Up di YouTube pada 30 Maret 2022.”

“Dorongan ini adalah bagian dari panitia,” kata Salamat mengutip yoga.

(/ John Liestyo Poerwoto) (Jogja / Miftahul Huda / Ardhike Indah)