Berita  

Gandeng Kampus UGM, Tokocrypto Tingkatkan Literasi Ekosistem Blockchain

JAKARTA – Tokocrypto bersama dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) meluncurkan BlockSpace fasilitas untuk mempelajari ekosistem blockchain.

BlockSpace merupakan innovation center kedua yang didirikan oleh Tokocrypto berkolaborasi dengan perguruan tinggi.

Sebelumnya, bersama Telkom University mendirikan Pojok Kripto sebagai upaya memberikan kontribusi positif untuk Indonesia melalui pemanfaatan teknologi blockchain.

Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan, tujuan utama innovation center ini mendorong generasi muda mengenal dan berinovasi dengan teknologi blockchain.

“Kami menjadi startup pelopor yang mendirikan pusat inovasi untuk riset dan pengembangan ekosistem blockchain bagi dosen dan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Tantangan bagi kami saat ini adalah bagaimana mencari talenta terbaik di bidang blockchain yang dapat berkontribusi untuk Indonesia,” kata Manda, sapaanya, Jumat (8/4/2022).

Lahirnya pusat inovasi ini merupakan bentuk komitmen Tokocrypto melalui inisiatif TokoScholar untuk mengenalkan ekosistem blockchain kepada masyarakat luas.

Terlebih blockchain memiliki banyak kegunaan dan keunggulan dari sisi keamanan, transparan dan kecepatan transaksi.

Di masa depan, blockchain bisa memainkan peran penting di sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan akan menciptakan potensi yang besar.

Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Prof Didi Achjari memberikan apresiasi atas dibukanya BlockSpace di lingkungan kampus FEB UGM.

“Kami menyambut baik dukungan yang diberikan Tokocrypto dengan mendirikan BlockSpace dalam rangka membantu meningkatkan literasi dan menstimulus riset terkait teknologi dan ekosistem blockchain,” ucap Prof Didi.

Dengan kerja sama ini, dia berharap menjadi salah satu jalan mempersiapkan generasi muda FEB UGM yang memiliki kemampuan dan kompetensi untuk pengelolaan teknologi digital, khususnya blockchain.

Riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global 1,76 triliun dolar AS pada tahun 2030.

Sektor administrasi publik, pendidikan, dan kesehatan akan paling diuntungkan.

Sementara, Kementerian Perdagangan RI mencatat teknologi 5G, Internet of Things (IoT), blockchain, kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp 4.531 triliun pada 2030.

Laporan Wartawan , Reynas Abdila