Berita  

Hingga Petang Tadi, Dua Wisatawan Yang Tenggelam Di Pantai Glagah Belum Ditemukan

KULON PROGO – Tim Basarnas Yogyakarta telah menerjunkan alat pelindung diri (goggles) untuk mempermudah lokasi korban tenggelam di Pantai Glaghah Kulon Progo.

Koordinator penyelamatan Pasarnas Yogyakarta Arif Rahman mengatakan kacamata itu nantinya bisa digunakan untuk mencari korban.

“Dengan begitu, jarak dari lokasi kecelakaan ke korban bisa diketahui.

Namun, tingginya ombak di Pantai Galaga saat ini menjadi kendala untuk menggunakan mata air karena alat-alatnya dimasukan ke dalam air terlebih dahulu.”

Menggunakan Mata Air dengan perahu Satlinmas.

Saat mencari dua korban, Pasarnas mengerahkan sepuluh orang. Serta individu dari Satlinmas, Polsek dan Korami.

Pemeriksaan berlanjut selama seminggu.

“Misalnya saya menemukannya 7 hari yang lalu. Alhamdulillah. Tapi nanti di sini kita akan fokus pada lokasi kecelakaan.

Ringkasan hasil pencarian hari ini juga disediakan sore ini. “Dilanjutkan besok pagi,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua bersaudara asal Kotaigi, Yogyakarta tersapu derasnya air pantai selatan saat mereka berangkat ke Pantai Galaga pada siang hari Minggu (27 Maret 2022).

Evander Tristan Zahuan, saat itu berusia 9 tahun, sedang duduk di pantai.

Tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret Evander ke daratan.

Adik korban, Octaviansa Ramzan Zahwan, 18, di dekat Evander, mencoba membantunya tetapi sudah di tangannya.

Namun, kedua korban tersebut akhirnya hanyut terbawa arus ombak yang mengamuk akibat arus yang mengarah ke selatan.

Mereka pergi ke cekungan laut dan menghilang.

Anggota Satlinmas sebelumnya meminta mereka untuk tidak mandi di laut. Tapi itu diabaikan. Ikuti Favorit

Artikel ini diterbitkan dengan judul Basarnas Yogyakarta Sebarkan Mata Air untuk mencari korban yang terseret ombak di Pantai Glagah.

Laporan Pers Yogyakarta Sri Kahyani Putri