Jangan Abaikan. 7 Hal Kecil Ini Bisa Menyebabkan Kecelakaan Berjenjang Di Jalan Tol

Wartawan Tribunnews, Lita Febriani

, JAKARTA – Berkendara di jalan tol membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Ini karena kehilangan fokus bahkan untuk sesaat dapat menyebabkan serangkaian kecelakaan.

Nur Imansyah Tara, Kepala Divisi Purna Jual Auto2000, mengatakan jalan tol merupakan tempat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga tidak boleh ada hambatan agar tidak menimbulkan kecelakaan.

“Pastikan Anda mempelajari tentang pemicu beberapa tabrakan dan mengetahui cara menghindarinya. Ini termasuk servis rutin untuk menjaga performa mobil Anda, seperti rem, mesin, dan penerangan, sehingga dapat berfungsi dengan baik dalam situasi darurat. ” kata Tara. 2022-08-30). .

Auto2000 berikut menjelaskan beberapa penyebab beberapa crash.

1. Saya malas menjaga jarak aman

Pengemudi mengikuti mobil di depan sangat dekat dengan alasan terburu-buru atau bergaya di jalan.

Dalam keadaan darurat, sulit bagi pengemudi untuk mengerem mendadak bahkan dengan perangkat keselamatan canggih.

Jaga jarak aman dari kendaraan di depan agar pengemudi dapat mengerem secara perlahan dan mengerem dari belakang.

2. Pindah jalur secara sewenang-wenang

Mengubah jalur boleh saja, tetapi pastikan jalur yang Anda coba masuki aman. Memaksa berpindah jalur, terutama saat ada mobil lain di belakang Anda, dapat menyebabkan serangkaian kecelakaan.

Kuncinya adalah memastikan jalur yang Anda coba masuki melalui kaca spion aman. Nyalakan lampu sein sebelum berpindah jalur untuk memberi isyarat kepada pengguna jalan lain.

3. Pelanggaran aturan kecepatan

Masih banyak pengendara yang berkendara lambat di jalur cepat yang disebut lane hoggers tanpa memperhatikan kecepatan mobilnya. Dalam praktiknya, lajur digunakan oleh kendaraan berkecepatan tinggi.

Bahkan di jalur kecepatan rendah, AutoFamily tidak boleh terlalu lambat karena risikonya sama, tetapi tidak terlalu cepat karena bisa bertabrakan dengan mobil di depan. Gunakan jalan tol sesuai peruntukan dan kecepatan.

4. Berkendara di bahu jalan tol

Bahu jalan tol untuk keperluan darurat dan tidak boleh digunakan untuk mengemudi dengan alasan apapun.

Dalam banyak kasus, kendaraan darurat ditabrak dari belakang oleh pengguna di bahu. Atau Anda bisa menghindari kendaraan yang berhenti darurat di bahu jalan dan bertabrakan dengan kendaraan lain di jalur utama.

5. Terganggu oleh telepon

Banyak pengendara yang bermain game di ponselnya sambil ngebut. Karena tidak waspada, pengemudi kurang memperhatikan mobil sebelum melambat.

Atau, tanpa sadar berpindah jalur atau memperlambat kendaraan bahkan saat ada kendaraan lain di belakang Anda. Lupakan pembaruan status di media sosial dan fokus mengemudikan mobil Anda.

6. Mikroslip

Masalah dengan microsleep atau tertidur tanpa disadari sama berbahayanya dengan bermain dengan ponsel saat mengemudi.

Sebuah mobil dapat berpindah jalur atau melambat secara tiba-tiba, bahkan dalam sepersekian detik. Tentu saja sangat berbahaya dan bisa menyebabkan rentetan kecelakaan. Solusi terbaik untuk kantuk hanyalah satu hal: tidur setidaknya selama 15 menit.

7. Matikan lampu rem mobil

Pengemudi di belakang Anda tidak akan tahu bahwa mobil mengalami perlambatan saat rem dimatikan.

Ada langkah sederhana untuk memeriksa lampu rem, yaitu tekan pedal rem di depan jalan. Anda akan melihat lampu rem di dinding garasi. Pastikan lampu sein Anda bekerja dengan cara yang sama.