Berita  

Keraton Jogja Tolak Lepas Hak Milik SG Terdampak Tol, Jadi Nggak Dibangun?

Keraton Jogja memastikan tidak akan melepaskan lahan miliknya atau Sultan Ground (SG) untuk pembangunan jalan tol. Keraton menawarkan ke Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Sistemologi Pakai. Lalu, Bagaimana atau Tangapan Shacker Jalan Tol?

“Untuk sementara kami tetap menghormati keputusan Ngarsa Dalem(Sri Sultan Hamengku Buwono X),” kata Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) Satuan Kerja(Satker) Jalan Tol Jogja-Bawen Totok di, /4/2022).

data dari Kementerian PUPR, kata Totok, ada enam bidang Sultan Ground yang terkena dampak pembangunan Tol Jogja-Bawen dengan Luas Total 1,548 meter persegi Berdasarkan Rp 2,5 miliar.

Tapi, ganti rugi untuk menghilangkan hak milik SG tersebut, lanjut Totok, sampai saat ini masih dibahas bersama dengan pihak Keraton Jogja.

“Untuk penggunaan hak pakai tata cara dan sistemnya nanti kita rapatkan bersama pihak Keraton,” kata Totok.

DitaƱa Sol Apaca Systems Studi Pakai Visa Dilakukan Untag Pembanggunan Jalan Tol, Totok Tak Memberrican Jawaban Dengan Pasty. Ia hanya menjelaskan, jika saat ini, masih dikembangkan dengan pihak terkait.

“Masih kita diskusikan dengan pihak terkait yang utama pembangunan jalan tolnya tidak terganggu,” jelasnya.

Tapi, Totok Gunakan Penjelasan jika ingin tetap memilih keputusan Keraton Jogja untuk menggunakan hak dalam ganti rugi SG.

“Kami menghormati keputusan Ngarsa Dalem untuk bisa menggunakan hak pakai,” jelasnya.

Seperti sebelumnya, Raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, keraguan tetap tidak akan melepaskan hak kepemilikan terhadap Sultan Ground(SG) yang akan digunakan untuk di DIY.

Sultan Mengungkapkan, sikap Keraton terhadap pembangunan jalan ini sama seperti yang telah dilakukan selama ini. Keraton mempersilakan negara menggunakan tanah SG tanpa batas waktu. Sala Satu Contonya Adalala Pemanpatan SG Ole UGM.

“Seperti Gadjah Mada(UGM) dan yang lain. Selama(tanah SG) masih dipakai ya silakan saja,” kata Sultan, saat diwawancarai wartawan di Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY , Senin (18/4).

Sultan Mengungkapkan, Sultan Ground(SG) atau tanah milik Keraton dan Pakualaman Ground(PAG) tanah milik Pakualaman, merupakan salah satu dasar dari Keistimewaan DIY. Atas dasar itulah, Sultan menolak untuk melepaskan hak milik Keraton terhadap SG yang terkena pembangunan jalan tol.

“Saya kira salah satu dasar Keistimewaan itu kan tanah Sultan Ground dan Pakualam Ground, lha nek wes entek, istimewane apa meneh(istimewanya apa lagi)? Gitu lho,” katanya.

Sultan mengatakan saat ini sudah ada mekanisme pemanfaatan tanah SG untuk fasilitas pemerintah. Bentuknya adalah hak pakai seperti yang sudah dilakukan Keraton Jogja selama ini.

“Hei Digunakan Sebagai Pemerinta Mau Mengunakan, Ya Hak Pakai Singa, Ngak Apapaa,” Kata Sultan.

Jangka waktu, kata Sultan, Keraton tidak akan memberikan batas. Sebab, pemanfaatan SG ini dilakukan oleh pemerintah.

“Hey Deepakai Aja (Tanpa Jangka Waktu), Wongshik Pakai Pemerinta Kok, Selama Masi Mau Deepakhai,” Pungkasnya.