Komposisi Adalah Prinsip Menggambar Model Yang Mengatur

Komposisi Adalah Prinsip Menggambar Model Yang Mengatur – Apakah kamu suka buku ini? Anda dapat menerbitkan buku Anda secara online secara gratis dalam hitungan menit! Buat buku flip Anda sendiri

Model Gambar | ii BAB 1 DAFTAR ISI Menggambar model pertemuan pertama A. Prinsip-prinsip menggambar model pertemuan kedua B. Elemen-elemen menggambar model pertemuan ketiga C. Alat dan bahan menggambar model D. Teknik menggambar model pertemuan keempat E. Prosedur menggambar model F. menggambar sketsa Model pertemuan kelima G. Teknik menggambar model bayangan

Komposisi Adalah Prinsip Menggambar Model Yang Mengatur

Komposisi Adalah Prinsip Menggambar Model Yang Mengatur

Model Gambar | iii TUJUAN PEMBELAJARAN BAB 1 Menggambar model Sesi pertama A. Mampu menganalisis dengan benar prinsip-prinsip menggambar model Sesi kedua B. Mampu menganalisis dengan benar ciri-ciri model gambar Sesi ketiga C. Mampu menyebutkan alat dan bahan untuk menggambar model dengan benar D. Dapat menganalisis teknik menggambar model dengan benar pada pertemuan keempat E. Dapat menentukan langkah-langkah menggambar model sesuai langkah-langkah F. Mampu membuat sketsa gambar membuat model pada pertemuan kelima G. Mampu menggambar model kecil menggunakan teknik arsir

Model Merupakan Sebuah Objek Yang Akan Menjadi Inspirasi Dalam Menggambar Karya Seni

Model Gambar | 1 “MENGGAMBAR MODEL” Menggambar model adalah kegiatan yang diawali dengan menentukan model objek yang akan digambar. Objek gambar model dapat berupa hewan, tumbuhan, manusia dan kumpulan objek yang disusun menurut komposisi, proporsi, keseimbangan dan irama yang baik, sehingga menjadi satu kesatuan gambar. Kita akan mempelajari gambar model dengan objek alam, biasa disebut gambar bentuk, yang dibuat dengan cara melihat langsung objek gambarnya, sehingga dapat diketahui struktur bentuk dan bidang gambarnya. Benda-benda alam memiliki struktur bentuk dan denah yang berbeda satu sama lain. 1. Prinsip menggambar model Komposisi, proporsi, keseimbangan dan kesatuan adalah beberapa prinsip yang harus diperhatikan saat menggambar model. Prinsip-prinsip menggambar dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Komposisi berarti menata unsur-unsur visual sehingga membentuk tata letak yang baik, teratur dan harmonis. Compositing adalah cara menyusun dan menata objek gambar yang dijadikan model gambar agar gambar yang dihasilkan terlihat menarik dan indah. Komposisi dapat dilakukan melalui bentuk warna dan jenis objek gambar serta latar belakang gambar. Beberapa contoh bentuk komposisi dapat dilihat pada pola yang tertata, antara lain komposisi simetris, asimetris, dan sentral. 2. Proporsi adalah perbandingan yang ideal dan serasi antara bagian-bagian dari suatu objek yang menjadi subjek model gambar yang dipersepsi. Proporsi adalah bagian penting dari model gambar. Tanpa adanya proporsi objek yang tidak terlihat atau miring disebut juga dengan komponen yang harus dipenuhi pada saat menggambar model. 3. Kesatuan Kesatuan adalah kompromi dalam tata letak objek bergambar sehingga objek yang diletakkan bersebelahan memberikan kesan ruang, kedalaman dan antar objek bergambar yang saling mendukung untuk menghasilkan gambar yang baik. 4. Keseimbangan (balance) Keseimbangan adalah keselarasan antara bidang gambar, objek gambar dan gambar yang dihasilkan. 5. Irama (Rhythm) Irama adalah ekspresi dari sesuatu yang memberikan kesan gerakan dengan aliran yang teratur. Gambar berirama akan enak dipandang, dibandingkan dengan gambar yang berantakan dan tidak ada susunan benda yang jelas. KOMPOSISI BAGI

Model Gambar | 2 6. Harmoni Harmonisasi suatu objek adalah ungkapan yang menyiratkan adanya kesepakatan antara satu bagian dengan bagian lain dari suatu objek, atau suatu objek dengan objek lain secara bersama-sama. 7. Perspektif dalam seni rupa secara umum adalah upaya untuk memberikan kesan ruang pada sebuah lukisan, dimana tujuannya adalah untuk menunjukkan objek yang dilukis sebagaimana sebenarnya memiliki dimensi spasial. Perspektif adalah gambaran karya seni rupa dua dimensi yang bermaksud mencocokkan objek atau benda yang digambar dengan pandangan mata yang sebenarnya (Suparyono: 1981). Prinsip utama perspektif adalah objek yang lebih dekat ke mata tampak lebih besar ukurannya dibandingkan dengan objek yang jauh dari bidang pandang mata. 2. Elemen Model Gambar Model gambar membutuhkan kemampuan untuk menggunakan elemen visual seperti garis, bidang, bentuk, tekstur, kegelapan dan cahaya (iluminasi). Pemahaman kita tentang unsur-unsur bentuk sangat berguna saat menggambar model. Unsur-unsur visual tersebut antara lain: 1. Titik merupakan unsur seni yang paling mendasar. Karena unsur inilah yang melahirkan semacam pemikiran/pemikiran yang akan melahirkan garis, bidang, bentuk dan sebagainya. Ada teknik menggambar yang menggunakan kombinasi warna titik dan ukuran yang biasa dikenal dengan istilah Pointillism. 2. Garis Garis merupakan pertemuan antara beberapa titik. Garis dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: garis alam dan garis buatan. Garis alam adalah cakrawala alam yang dapat dilihat sebagai batas antara permukaan laut dan langit. Garis buatan adalah garis yang sengaja dibuat oleh manusia, seperti garis hitam pada gambar representasional untuk membuat bentuk dan figur. Sedangkan garis-garis yang terbentuk secara tidak sengaja terjadi karena terciptanya dua bidang dengan warna barik (tekstur) yang berbeda. Fungsi garis dalam seni rupa adalah sebagai berikut. 1) Berikan ilustrasi atau gambar tentang struktur, bentuk, dan luas. Garis ini sering disebut dengan garis blabar (contour line), yang berfungsi sebagai border atau pembatas citra. 2) Menekankan nilai ekspresif seperti nilai gerak, nilai irama dan nilai arah. Garis ini juga disebut garis grafis. 3) Memberikan rasa tiga dimensi (tiga dimensi) dan rasa halus (tekstur). Garis-garis ini sering disebut garis penetasan atau garis tekstur. Garis tekstur bisa bertahan dengan merasakan lebih banyak. 4) Sifat garis (terkait dengan jenis garis). a) Garis lurus vertikal dan horizontal yang dapat menyampaikan kesan tenang, statis atau stabil. b) Garis putus-putus yang dapat menyampaikan rasa gerak dan istirahat. c) Garis silang atau garis diagonal yang dapat menyampaikan kesan gerakan, ketegangan, dan ketegangan. d) Garis lengkung yang dapat menyampaikan rasa lambat, ritmis dan santai. PERSPEKTIF Poin M

Model Gambar | 3 3. Medan Medan dalam seni rupa merupakan perkembangan dari munculnya garis-garis, yaitu gabungan dari beberapa garis. Lapangan terbagi menjadi dua, yaitu: lapangan alam dan lapangan buatan. Area alam, seperti taman atau lapangan, persawahan, lapangan langit, lapangan laut dan sebagainya. Bidang buatan terbagi menjadi dua yaitu bidang yang dibuat dengan sengaja, misalnya: bidang lukisan, bidang segitiga, bidang lingkaran. Sementara itu, ada area yang tercipta secara tidak sengaja karena penambahan warna, cahaya, atau tekstur. Medan memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Bidang horizontal dan vertikal, menyiratkan ketenangan, statis, stabil dan bergerak. 2) Suatu bidang melingkar yang memberi kesan bahwa kadang-kadang stabil, kadang-kadang tidak bergerak. 3) Area segitiga yang menyarankan statis atau dinamis. 4) Area bergelombang (cekung dan cembung) yang menunjukkan ritme dan gerakan. 4. Bentuk Dalam karya seni, bentuk diciptakan sesuai kebutuhan praktis (penggunaan). Dalam hal ini, bentuk yang dibuat konsisten dengan nilai guna (fungsional) nya. Selain itu, bentuk juga diciptakan sebagai ungkapan emosi (ekspresi), misalnya pada lukisan dan patung. Berikut ini adalah jenis-jenis bentuk. 1) Bentuk Organik, yaitu bentuk-bentuk dalam karya seni rupa yang menyerupai makhluk hidup. 2) Wujud dua dimensi, yaitu wujud dalam karya seni yang terbatas pada bidang. 3) Bentuk tiga dimensi, yaitu bentuk pada karya seni yang memiliki panjang, lebar dan tinggi, misalnya berupa patung dan bangunan. 4) Bentuk diam dan bergerak (statis dan dinamis) seperti patung dan mobil. 5) Bentuk ritmis (ritme) seperti pada bangunan dan patung. 6) Bentuk (monumen) yang besar dan tidak lekang oleh waktu seperti pada bangunan dan patung. 5. Ruang Ruang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: ruang alam dan ruang ciptaan. Ruang di alam adalah ruang alami, dibatasi oleh benda-benda alami dan karena pengaruh cahaya seperti pada pemandangan alam. Ruang yang diciptakan terdiri dari ruang-ruang di dalam dan di luar bangunan yang dapat memberikan suasana yang diinginkan, seperti masjid atau gereja. Rasa ruang yang muncul karena penempatan warna yang berbeda, jarak antara gelap dan terang, seperti sebuah lukisan. 1) Fungsi ruangan a) Memberi kesan tiga dimensi (3 dimensi). Misalnya kedalaman, panjang dan plastisitas lukisan alam. b) Menekankan nilai ekspresi (ritme, gerakan, kepadatan dan kekosongan), misalnya dalam karya arsitektur dan seni pahat. c) Memberi pengertian tentang nilai utilitas (nilai praktis) seperti ruang dalam kaca (rongga kaca), ruang dalam lemari dll. 2) Sifat ruang a) Ruang terbuka dan ruang tak terhingga, yaitu ruang yang berada di luar atau di sekitar benda. b) Bagian luar bangunan, yang menunjukkan keabadian/durasi. Ruang tertutup atau ruang tertutup adalah ruang yang terdapat di dalam batas-batas suatu objek, seperti ruang luar bangunan atau ruang patung.

Model Gambar | 4 c) Ruang simbolik, yang memberikan makna simbolisasi kehadiran ruang, seperti pernyataan tentang ruang alam kecil (mikrokosmos) dan ruang alam besar (makrokosmos). d) Ruang gelap terang, yaitu ruang yang tercipta karena pengaruh cahaya atau penambahan warna seperti pada lukisan. 6. Warna Warna adalah kesan cahaya pada mata dan merupakan salah satu bagian terpenting dalam membuat lukisan. 7. Tekstur Tekstur adalah keadaan sentuhan atau nilai permukaan suatu objek, baik nyata maupun tampak. 8. Terang dan gelap Dalam karya seni, terang sengaja dihadirkan dengan alasan nilai estetika. Artinya, untuk menghiasi kehadiran unsur artistik lainnya. Transisi dari gelap ke terang adalah upaya untuk menekankan ukuran suatu bentuk. Berikut adalah fungsi gelap dan terang (nilai) dalam seni: 1) Unsur gelap dan terang (terang) dalam karya seni memberikan nilai ekspresif. 2) Unsur kegelapan dan cahaya (cahaya) dalam karya seni memberikan nilai emosional. 3) Unsur kegelapan dan cahaya (cahaya) dalam sebuah karya seni memberikan kesan tiga dimensi atau plastis pada benda. 3. Alat dan bahan menggambar model Ada beberapa alat dan bahan yang dapat digunakan untuk menggambar model dalam berbagai ukuran dan jenis barang seperti pensil, penghapus, kertas dan papan gambar. Barang-barang tersebut memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing. 1. Pemilihan pensil 2H-H (keras), HB (sedang).

Menggambar Model Harus Menggunakan 6 Prinsip Di Bawah Ini!

Komposisi simetris dalam menggambar menunjukkan bahwa, prinsip menggambar, komponen sistem pelumasan yang berfungsi untuk mengatur tekanan oli agar tidak terlalu tinggi adalah, bahan yang digunakan untuk menggambar pada pembuatan batik adalah, komposisi menggambar, berikut yang merupakan menu pada new message google mail untuk mengatur font adalah, komponen sistem pelumasan sepeda motor 2 tak yang berfungsi mengatur suplai oli samping adalah, komposisi menggambar model, alat yang digunakan untuk menggambar sketsa adalah, ukuran pensil yang digunakan dalam menggambar ilustrasi adalah, prinsip menggambar model, prinsip menggambar bentuk

close