Konsumsi Makanan Yang Digoreng Bisa Berbahaya Bagi Kesehatan

Jakarta – Harga minyak goreng saat ini sedang naik.

Minyak goreng yang dulunya langka dan sulit didapat kini bisa ditemukan meski harganya mahal.

Minyak goreng sulit didapat dan bisa diakali untuk mengenali makanan tanpa menggorengnya.

Ini Dr. Gramedia Medical Center Group Dr. Ditransfer oleh Santi.

Menurutnya, ada empat alasan untuk mengurangi gorengan.

Pertama, saat Anda menggoreng makanan, Anda juga meningkatkan asupan kalori.

Kentang panggang, misalnya, mengandung sekitar 93 kalori, tetapi

tidak mengandung lemak.

Tetapi ketika Anda menggoreng kentang, kalorinya naik menjadi 319.

Lemak juga melonjak menjadi 17g.

“Kentang menyerap minyak saat menggoreng, dan minyak merupakan sumber kalori,” ujarnya di kanal YouTube Sonora FM, Senin (21 Maret 2022).

Kedua, gorengan biasanya panas.

Temperatur yang tinggi dapat mengubah ikatan kimia minyak menjadi lemak trans.

Lemak trans adalah lemak yang secara paksa dipecah oleh proses kimia hidrogenasi.

Jika Anda memiliki lemak trans, mereka bisa bertahan lama.

Itu juga membuat minyak tidak berbau dengan harga yang terjangkau.

“Bahayanya bisa menyebabkan diabetes, termasuk jantung blok, stroke dan obesitas. Bisa juga menyebabkan tekanan darah tinggi dan jenis kanker lainnya,” kata dr Santi.

Alasan ketiga adalah Anda biasanya menambahkan tepung saat menggoreng.

Menambahkan tepung ini dapat meningkatkan asupan kalori Anda. Jadi tepung bisa menyerap lebih banyak minyak.

Di sisi lain, tepung yang digunakan berubah menjadi gula. Ketika dipanaskan, itu menyebabkan reaksi.

Jika mengandung asam amino, dapat menyebabkan akrilamida kimia.

“Beberapa penelitian, terutama pada hewan, dapat menyebabkan kanker. Penelitian lebih lanjut pada manusia masih panjang dan perlu didiskusikan. Apakah suatu jenis akrilamida pada manusia dapat menyebabkan kanker masih diselidiki,’ katanya. .

Laporan Reporter Aisha Nursiamsi