Pencegahan Heat Stroke Selama Haji

Koresponden Aisha Nursiamsi

, JAKARTA – Petugas kesehatan haji harus bisa melatih diri dan jemaah haji agar cukup menghidrasi diri.

Apalagi saat menunaikan ibadah haji nanti di Arab Saudi. Hal itu terungkap Kamis ini dalam rapat koordinasi penyelenggara haji bidang kesehatan.

Koordinator Promosi Kesehatan PPIH, Dr. Eddy Supriatna mengatakan perbedaan suhu ekstrim dan kelembaban rendah Arab Saudi kemungkinan akan menyebabkan kekeringan bagi jemaah haji.

Kondisi ini dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius, heat exhaustion dan bahkan heat stroke. Oleh karena itu, asupan mineral yang cukup merupakan kunci penting untuk memastikan bahwa peziarah terhidrasi dengan baik.

“Kunci dehidrasi adalah kehilangan mineral, jadi minumlah air yang dicampur dengan elektrolit dan jangan menunggu sampai merasa haus,” kata Eddy dalam keterangan resmi, Minggu (29/5/2022).

Fungsi elektrolit di sini bukan sebagai obat untuk menyembuhkan diare, melainkan untuk menggantikan mineral yang hilang saat beraktivitas di cuaca yang sangat panas dan kelembapan yang rendah.

Elektrolit dikonsumsi jemaah setelah beraktivitas di luar hotel dengan mencampur 600ml air dengan garam rehidrasi oral.

Orang percaya juga harus minum 5-6 botol air sehari dengan kecepatan 600ml air per botol.

Selain itu, dr. Eddy melaporkan jemaah haji diminta memakai alat pelindung diri (APD) untuk menghindari sinar matahari langsung.

Topi dengan bibir lebar (dengan pinggiran) dapat digunakan untuk mencegah sengatan langsung ke kepala.

Selain itu, jemaah haji harus sering menyemprot pada bagian tubuh yang terkena sinar matahari langsung, terutama wajah dan tangan.

Peziarah juga diharuskan mengenakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat serta memakai sepatu setiap saat saat bepergian.

Eddy menyimpulkan bahwa ” harus dididik sebelum jamaah berangkat.