Perusahaan Induk Watsons Rilis Gerai Greener Yang Bantu Kurangi Emisi Karbon

Laporan Wartawan , Rina Ayu

JAKARTA – Perusahaan induk Watsons, A.S. Watson (ASW), dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-180, meluncurkan Greener Stores Global Framework.

Transformasi ritel ini bertujuan agar gerai menjadi ramah lingkungan seperti mencapai pengurangan emisi karbon, penggunaan air, dan limbah tempat pemrosesan akhir, serta memperbesar skalanya dalam upaya kebaikan untuk mempercepat gerakan global menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

A.S. Watson mengoperasikan jaringan luas lebih dari 16.400 gerai di bawah 12 merek ritel di 29 pasar.

Meski pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir, A.S. Watson tetap membuka 1.600 gerai baru.

Itulah mengapa membuat gerainya lebih hijau sangat penting dalam mempercepat kemajuan keberlanjutannya.

Group Chief Operating Officer A.S. Watson Group, dan CEO A.S. Watson (Asia dan Eropa) Malina Ngai mengatakan, ini adalah visi untuk membuat setiap gerai menjadi gerai yang lebih hijau.

“Kunci dari Greener Stores Global Framework kami adalah upaya untuk menginspirasi budaya berkelanjutan dalam operasi gerai ritel sehari-hari, melibatkan pelanggan dalam memilih produk dan gaya hidup yang lebih sustainable, mempercepat efisiensi energi dan energi terbarukan, meningkatkan penggunaan bahan yang bertanggung jawab dan pengalihan limbah,” kata dia dalam siaran pers, Senin (25/4/2022).

Melalui Greener Stores Global Framework, A.S. Watson akan mengembangkan desain gerai yang meminimalisir dampak lingkungan pada siklus hidup, termasuk peningkatan penggunaan bahan yang dapat didaur ulang, mencari cara untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi limbah, menghemat air, hingga cara pembuangan akhir.

Pertama Dibuka di Inggris

Green store pertama A.S. Watson adalah toko Superdrug di Pusat Perbelanjaan Serpentine Green Peterborough di Inggris yang dibuka Oktober lalu.

Gerai ini memiliki papan nama yang sepenuhnya dapat didaur ulang yang terbuat dari benang daur ulang dan botol plastik.

Ubin langit-langitnya juga terbuat dari bio-soluble mineral wool, tanah liat dan starch atau pati yang juga 100 persen dapat didaur ulang.

Gerai ini juga telah memperkenalkan beberapa fitur keberlanjutan termasuk sistem pendingin udara dengan tingkat efisiensi AAA, target pengelolaan sampah sebesar 5 persen ke tempat pemrosesan akhir, dan menggunakan pengurangan jumlah lampu LED di langit-langit yang menghasilkan penghematan listrik sebesar 37 persen.

Hasilnya, gerai tersebut berhasil menghemat 5.800 KWh energi per tahun yang setara dengan pengurahan tahunan sebesar 1,200 kg CO2.

Greener Stores Global Framework di A.S Watson bukan hanya tentang bagaimana kami membangun gerai, ini tentang menciptakan budaya keberlanjutan di dalam dan di luar organisasi.

Sejak 2014, A.S. Watson telah melarang penggunaan mikroplastik dalam produk kosmetik atau produk perawatan pribadinya.

Larangan ini diperluas ke semua produk merek konsumen yang dijual di semua toko pada tahun 2020.

A.S. Watson juga telah bekerja sama dengan mitra pemasok globalnya, termasuk Procter & Gamble, L’OrĂ©al, Shiseido, Beiersdorf, GlaxoSmithKline, Johnson & Johnson, Kao, Reckitt dan Unilever, untuk menawarkan produk sustainable choices baik gerai offline dan online di Asia.

Di Asia, Watsons telah meluncurkan program daur ulang wadah plastik di seluruh wilayah untuk Go Green dengan pelanggannya, lebih dari 1 juta wadah plastik telah dikumpulkan dan dialihkan dari tempat pembuangan sampah dan diproses ulang melalui LSM lokal dan pendaur ulang.

Sementara itu, di Watsons Hong Kong, Malaysia dan Singapura, Refill Stations telah diluncurkan untuk mendorong lebih banyak pelanggan untuk berperan dalam penggunaan kembali wadah dan mengurangi penggunaan plastik, berkontribusi pada dunia yang lebih berkelanjutan.

Di Indonesia sendiri, Watsons kembali melanjutkan program daur ulang kemasan plastic lebih luas lagi dengan menyediakan 58 recycling box yang telah merambah ke luar Jabodetabek bekerja sama dengan brand Garnier, Bioderma, Love Beauty & Planet, Emina, Avoskin dan Naturals by Watsons yang sama-sama mempunyai misi sustainability dalam mengajak pelanggan untuk memiliki gaya hidup minim sampah plastik dengan ikut serta dalam gerakan #PlasticReborn.

“Kami ingin menuntun dengan memberi contoh dalam menetapkan tolok ukur baru untuk ritel kesehatan dan kecantikan, menginspirasi lebih banyak bisnis untuk mengikuti dan menciptakan lebih banyak gerai yang lebih ramah lingkungan yang membantu mengubah ritel untuk memberikan dampak positif bagi planet ini,” ungkap Ngai. (*)