Punya Banyak Khasiat, Jamu Terus Didorong Masuk Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Jakarta – Dikenal sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman hayati, Indonesia tentu memiliki sumber daya alam yang melimpah.

Kementerian Sumber Daya Alam (SDA) juga dimanfaatkan di berbagai bidang termasuk kesehatan.

Dalam industri kesehatan, keanekaragaman hayati Indonesia juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional seperti jamu.

Tumbuhan obat seperti kunyit, timurawak, jahe, lengkuas, kancor dan tumbuhan lainnya sebenarnya bisa diolah menjadi minuman yang diklaim memiliki khasiat untuk kesehatan.

Orang Indonesia sudah mengenal minuman kesehatan tradisional jenis ini sejak lama.

Menariknya, jamu kini dikenal tidak hanya sebagai minuman kesehatan, tetapi juga sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.

Hal ini dikarenakan minuman herbal ini telah digunakan secara turun temurun dan diklaim dapat membantu menjaga kesehatan, kesehatan dan menyembuhkan penyakit.

Kini, jamu juga telah diusulkan ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UN) atau UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia.

Upaya pendaftaran obat herbal di UNESCO dimulai pada tahun 2013, namun saat ini dianggap sebagai peluang untuk mendaftarkan obat herbal sebagai warisan budaya nasional Indonesia ke badan PBB.

Selain itu, jamu dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan masyarakat di tengah situasi global yang diperburuk oleh pandemi virus corona (Covid-19).

Oleh karena itu, bersama dengan pelopor pengobatan oriental (GP), tim pencalonan budaya jamu didukung oleh para sarjana dan pakar budaya seperti Dr. Hyeseong. kuningan. Mooryati Soedibyo, Jaya Suprana dan lainnya telah secara resmi menyerahkan beberapa dokumen nama geografis ke UNESCO.

4 Wakil Sekjen GP Jamu dan Kusuma Ida Anjani Pokja Nama Geografis Kesehatan dan Budaya mengatakan, dokumen yang diperlukan untuk mengajukan nominasi ke UNESCO secara resmi diserahkan melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Berbaris.

Kusuma mengatakan dalam pesannya, “Masyarakat Indonesia berharap niat mulia ini didukung oleh seluruh rakyat Indonesia dan diberkati oleh pemerintah, sehingga jamu akhirnya dapat didaftarkan dan diakui sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO”. Pernyataan resmi Rabu (6 Juni 2020) / April 2022 M.

Sementara itu, Putri Kos Wisnu Wardani dari Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) mengatakan bahwa obat herbal merupakan produk perjalanan sejarah peradaban Indonesia, yang tidak dapat dipisahkan dari budaya nusantara ribuan tahun yang lalu.

Dalam video yang diunggah ke YouTube, Putri mengatakan, “Agar diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO sebagai warisan yang berakar pada budaya asli Indonesia, obat-obatan herbal Indonesia harus diprioritaskan.”

Menurutnya, minuman yang berasal dari tanaman herbal memberikan manfaat kesehatan masyarakat di seluruh dunia selama pandemi ini.

Oleh karena itu, penting untuk mendorong tanaman obat agar diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

“Indonesia tentu akan bangga jika obat herbal diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia. Selain itu, sudah sepatutnya dan pantas tanaman obat Cina masuk ke UNESCO, karena telah memberikan banyak manfaat kesehatan bagi dunia, terutama pada saat epidemi. Tahun ini ” “.

Siaran Pers, Vitri Wolandari