Santap Makanan Berlebih Saat Lebaran Bisa Memperburuk Komorbid

Laporan Wartawan , Aisyah Nursyamsi

JAKARTA – Umat muslim menyambut lebaran penuh sukacita bersama sanak keluarga.

Usai silaturahmi dan bermaaf-maafan, umumnya agenda selanjutnya adalah makan bersama.

Tak sedikit orang kalap menyantap menu lebaran hingga akhirnya memicu kenaikan kolesterol dan gula darah.

Sebab, menu makanan di hari raya, khususnya di Indonesia, identik dengan tinggi lemak, gula, dan karbohidrat sederhana.

Jika dikonsumsi berlebihan maka pasti akan memengaruhi kesehatan.

Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Gizi, dr Eka Maya Sari M Gizi Sp GK. Padahal, berat badan yang berlebih tentu tidak baik bagi kesehatan tubuh.

“Kalau lemak akhirnya numpuk, maka berdampak pada kesehatan. Mungkin kalau orang yang normal, itu gak terlalu bermasalah karena metabolisme yang bagus,” kata dr Eka pada kanal YouTube Halo Awal Bros, dikutip , Sabtu (30/4/2022).

Mengonsumsi makanan berlebih satu dua hari saat lebaran tidak jadi masalah. Tapi akan menjadi masalah jika orang-orang yang memiliki metabolisme tubuh tidak bagus.

Misalnya penderita penyakit tertentu seperti Diabetes, hipertensi, kolesterol dan sebagainya. Konsumsi makanan berlebihan bisa memperparah beberapa penyakit ini.

“Karenanya kunjungan ke rumah sakit meningkat ketika lebaran, puasa jarang, berkurang. Karena ya tadi konsumsi makanan yang tidak terkontrol saat lebaran,” papar dr Eka.

Orang yang memiliki diabetes misalnya. Kadar gula dapat melonjak naik pada waktu lebaran. Karena sebagian besar melanggar semua aturan. Seperti jadwal makan dan jenis makanan.