Berita  

Tata Cara Shalat Idul Fitri, Amalan Sunnah Hari Raya Idul Fitri Dan Lafaz Takbiran

Shalat Idul Fitri adalah shalat yang dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal.

Waktu shalat ini dimulai dari terbit fajar sampai tergelincirnya matahari.

Hukum Shalat Idul Fitri adalah sunnah muakkad bagi laki-laki dan perempuan, mukim atau musafir.

Shalat Idul Fitri boleh dikerjakan sendirian dan sebaiknya dilakukan berjama’ah.

Dosen Ilmu Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta, Khasan Ubaidilah, menjelaskan Idul Fitri merupakan peristiwa penting dan hari besar Islam yang penuh berkah dan kegembiraan.

Sehingga, anak-anak besar kecil, tua muda dianjurkan untuk meramaikannya.

Bahkan, bagi wanita wanita yang sedang haid juga dianjurkan keluar ke lapangan, sekalipun mereka tidak ikut shalat.

Nabi SAW bersabda:

Dari Ummi ‘Athiyah katanya : “Kami diperintahkan pergi shalat hari Raya, bahkan anak-anak gadis keluar dari pingitannya. Juga perempuan-perempuan yang sedang haid (datang bulan) tetapi mereka hanya berdiri saja dibelakang orang banyak, dan turut takbir dan berdo’a bersama sama dan merekamengharapkan beroleh keberkahan dan kesucian hari itu”. (HR Bukhari).

Tata Cara Shalat Idul Fitri

Berikut ini tata cara shalat Idul Fitri dikutip dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah
oleh Muhammad Syukron Maksum:

1. Pada pagi hari tanggal 1 Syawal, sesudah kita menunaikan shalat shubuh dan sesudah kita mandi sunnat Hari Raya, lalu berangkatlah menuju mesjid atau tanah lapang dengan memperbanyak mengucapkan Takbir.

2. Setelah tiba di masjid, maka sebelum duduk shalat tahiyatul masjid dua raka’at.

Kalau ditanah lapangan tidak ada tahiyatul masjid, hanya duduklah dengan ikut mengulang ulang bacaan takbir, sampai mulai shalat ‘Id itu.

3. Niat Shalat Idul Fitri

Niat imam:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak’atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta’ālā.

Niat makmum:

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak’atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta’ālā.

Artinya :
“Aku niat shalat ‘Idul Fithri dua raka’at (ma’mum/jadi imam) karena Allah Ta’ala.

4. Raka’at pertama

Sesudah niat mula-mula membaca takbiratul ihram kemudian membaca do’a iftirah.

Selanjutnya takbir 7 kali dan setiap habis takbir di sunahkan membaca :

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar

Artinya :
“Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar”.

Setelah takbir 7 kalj dan membaca tasbih tersebut, kemudian membaca Surat AI-Fatihah dan disambung dengan membaca surat yang disukai, dan lebih utama membaca Qaf atau surat AI-A’la.

5. Raka’at kedua

Sesudah berdiri untuk raka’at kedua, lalu membaca takbir 5 kali.

Setiap takbir disunatkan membaca tasbih seperti tersebut pada raka’at pertama.

Kemudian, membaca surat Al-Fatihah dan diteruskan dengan bacaan surat yang kita kehendaki, tetapi lebih utama membaca surat Al-Ghasyiah.

Bacaan itu dengan suara yang nyaring.

Imam menyaringkan yakni mengeraskan suaranya pada waktu membaca surat AI-Fatihah dan surat surat lainnya, sedangkan ma’mum tidak nyaring.

6. Shalat ini dikerjakan dua raka’at dan dilakukan sebagaimana shalat shalat yang lain.

7. Khuthbah dilakukan sesudah shalat Id dua kali, yaitu pada khuthbah pertama membaca takbir 9 kali dan pada khuthbah kedua membaca takbir 7 kali dan pembacaannya harus berturut-turut.

8. Hendaknya dalam khutbah ‘idul Fithri berisi penerangan tentang zakat fithrah dan pada hari raya Haji berisi penerangan tentang Ibadah haji dan hukum kurban.

Hal-hal Sunnah yang dilakukan sebelum Shalat Ied:

1. Pada hari raya disunatkan mandi, dan berhias dengan memakai pakaian yang sebaik-baiknya dan menggunakan wangi-wangian yang dimilikinya.

2 . Disunatkan makan sebelum pergi shalat pada hari Idul Fitri, tetapi pada hari raya haji disunatkan tidak makan kecuali setelah shalat.

3. Pergi untuk mengerjakan shalat dan pulangnya dari shalat hendaknya mengambil jalan yang berlainan.

4. Takbiran.

Pada hari raya Fithrah dan Haji disunatkan membaca takbir diluar shalat dan waktunya sebagai berikut:

a. Pada hari raya Fithrah takbir dimulai dari terbenamnya matahari hingga imam berdiri untuk mengerjakan shalat hari raya.

b. Pada hari raya Haji takbir dimulai dari Shubuh pada hari ‘Arafah (tanggal 9 Dzulhijah) dan pada tiap-tiap shalat fardlu yang lima waktu pada hari hari tanggal tersebut.

c. Lafaz takbiran :

ALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR, LAA ILAAHA ILLALLAAHU W ALLAAHU AKBAR,

ALLAAHU AKBAR WALILLAAHIL HAMDU ALLAAHU AK­BAR KABIIRAA, WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIRAA.

WASUBHAANALIAAHI BUKRATAN WA ASHIILAA, LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALAA NA’BUDU ILLAA IYYAA
HU MUKHLISHIINA LAHUDDHNA WALAU KARIHAL KAAFI RUN. LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU,

SHADAQA WA’DAHU, WANASHARA ABDAHU, WA U AZZA JUNDAHU WAHAZAMAL AHZAABA WAHADAHU.
LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR. ALLA AHU AKBAR WALILLAAHIL HAMDU.

Artinya :

“Allah Maha Besar (3 kali) Tidak ada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar dan Maha Agung dan segala puji bagi Allah. Malta suci Allah pada pagi dan petang, tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya Allah, dengan ikhlash kami beragama kepadaNya, walaupun orang-orang kafir membenci, Tidak Ada Tuhan melainkan Allah sendiriNya, benar janjiNya, dan Dia menolong akan hambaNya, dan Dia mengusir musuh NabiNya dengan sendiriNya, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan bagiNya segala puji”.

(/Yunita Rahmayanti)

Artikel lain terkait Lebaran 2022