Teknik Peleburan Sudah Dikenal Oleh Masyarakat Praaksara Pada Masa

Teknik Peleburan Sudah Dikenal Oleh Masyarakat Praaksara Pada Masa – Ganti bahasa Ganti bahasa tutup menu Bahasa English Español Português Deutsch Français Русский Italiano Română Indonesian (dipilih) Baca selengkapnya Unggah Memuat… Pengaturan pengguna tutup menu Selamat datang di Scribd! Unggah Bahasa () Manfaat Scribd Baca FAQ Gratis dan Login Dukungan

Lewati korsel Korsel sebelumnya Korsel berikutnya Apa itu Scribd? eBuku Buku Audio Jurnal Podcast Lembaran Musik Dokumen (Terpilih) Jepretan Jelajahi eBuku Kategori Terlaris Pilihan Editor Semua eBuku Fiksi Kontemporer Fiksi Sastra Agama & Spiritualitas Perbaikan Diri Rumah & Taman Lanskap Fiksi Misteri, Kesenangan & Kejahatan Fantasi-T Meliputi Abnormal, Meliputi Kami Asmara Fiksi Sejarah Sains & Matematika Studi Sejarah Bantuan & Persiapan Ujian Bisnis Usaha Kecil & Pengusaha Semua Kategori Telusuri Buku Audio Kategori Terlaris Pilihan Editor Semua Buku Audio Fiksi Misteri, Sensasi & Kejahatan Misteri Thriller Romance Thriller Dewasa Muda Paranormal, Ilmu Gaib Supernatural Misteri & Thriller Sains -fi & Fantasy Sci-fi Dystopia Karir & Pertumbuhan Karir Kepemimpinan Biografi & Memoar Petualangan & Eksplorasi Sejarah Agama & Spiritualitas Inspirasi Zaman Baru & Spiritualitas Semua Kategori Telusuri Majalah Kategori Pilihan Editor Semua Majalah Inside Berita Bisnis Berita Hiburan Berita Politik Berita Teknologi Keuangan & Manajemen Uang Keuangan Pribadi Karir & Pertumbuhan Manajemen Bisnis Perencanaan Strategis Olahraga & Kenyamanan Hewan Peliharaan Permainan & Aktivitas Permainan Veo Kesehatan Latihan & Kebugaran Memasak, Makanan & Anggur Seni Rumah & Kebun Kerajinan & Hobi Semua Kategori Telusuri Podcast Semua Podcast Kategori Agama & Spiritualitas Berita Hiburan Berita Misteri, Lucu & Fiksi Kriminal Kejahatan Sejati Sejarah Politik Ilmu Sosial Semua Kategori Genre Klasik Country Folk Jazz & Blues Film & Musikal Pop & Rock Agama & Pesta Drum Kuningan Standar & Perkusi Gitar, Bass & Tabletop Piano Strings Vokal Tingkat Kesulitan Pemula Menengah Lanjut Jelajahi Kategori Dokumen Dokumen Akademik Templat Bisnis Permohonan Pengadilan Semua Dokumen Olah Raga & Kenyamanan Pelatihan Binaraga & Beban Tinju Seni Bela Diri Agama & Spiritualitas Kristen Yudaisme Usia & Bahasa Iritualitas Kebaruan Buddha Islam Seni Musik Seni Pertunjukan Kesehatan Tubuh, Pikiran dan Soul Weight Loss Peningkatan Diri Teknologi dan Teknik Politik Ilmu Politik Semua Kategori

Teknik Peleburan Sudah Dikenal Oleh Masyarakat Praaksara Pada Masa

Teknik Peleburan Sudah Dikenal Oleh Masyarakat Praaksara Pada Masa

Yhea khrheyh, sangat-sangat dge`h yhea `imhfsu` `i dut `hri cicie. [gtgchb er dge`h`i Tutup `geahe thehb cihs dhshb, chcu `hfhr, cicie mgcgcgb fg cuhr `hri cudhea yhea `uht `iPerundagian adalah salah satu periode di zaman prasejarah ketika orang mulai mengenal penggunaan dan pengolahan logam bahan.

Buku Ajar Sejarah B5 Final

Kehidupan manusia prasejarah berkembang perlahan ketika bijih logam ditemukan. Manusia purba menggunakan logam sebagai alat untuk bertahan hidup dan menciptakan sejumlah penemuan baru yang lebih maju.

Ada juga yang menyebut zaman Perundagik dengan konsep Zaman Perunggu, karena sebagian ahli mengklasifikasikan perunggu sebagai bagian dari logam.

Zaman Perundagik juga dikenal sebagai Zaman Logam, yaitu masa ketika manusia prasejarah sudah mengenal bahan logam dan dapat mengolahnya menjadi alat untuk bertahan hidup.

Yang berarti ahli. Ini didasarkan pada keterampilan orang-orang prasejarah yang ahli mengolah bijih logam menjadi alat mereka.

Modul Lccm 2021

Masa ini memasuki masa pra-sastra, ketika orang masih belum menemukan huruf dan tulisan. Oleh karena itu, para ilmuwan mengetahui periode Perundagian ini melalui sisa-sisa manusia purba.

Namun periode ini terjadi setelah Zaman Batu, ketika alat-alat batu seperti kapak genggam dan kapak masih digunakan.

Sekarang orang sudah mulai menggunakan perunggu dan besi sebagai bahan dasar alat dan senjata mereka, menggantikan batu.

Teknik Peleburan Sudah Dikenal Oleh Masyarakat Praaksara Pada Masa

Para ahli percaya bahwa zaman Perundagian terjadi pada tahun 500 SM. Masyarakat yang hidup di zaman ini sudah bisa mengolah bijih logam menjadi peralatan sehari-hari melalui teknologi peleburan.

Sejarah Ciri Ciri Masyarakat Masa Perundagian: Terampil Bikin Alat

Namun teknologi ini tidak sesempurna dan sehebat sekarang, melainkan masih menggunakan peralatan seadanya. Namun, hasilnya luar biasa dan ternyata bisa bertahan hingga ribuan tahun kemudian.

Pada masa ini, beberapa ras manusia prasejarah yang hidup berkelompok mengalami pembaharuan, yaitu ras Austro-Melanesia dan ras Mongol.

Kemampuan kelompok ini untuk menciptakan alat-alat logam menjadi cikal bakal teknologi undi. Alat-alat logam ini juga meningkatkan produktivitas dan daya saingnya dibandingkan dengan manusia purba lainnya yang masih menggunakan alat-alat batu.

Penyebaran budaya perunggu di Indonesia dilakukan oleh ras Deutero-Melayu atau Melayu kuno. Mereka membawa kebudayaan perunggu ini dari Dong Son, sebuah desa di Lembah Song Hong, yang sekarang menjadi Vietnam.

Bahan Ajar Asal Usul

Sejak abad ke-9 SM desa ini menjadi salah satu pusat kebudayaan perunggu di benua Asia. Oleh karena itu, kebudayaan Zaman Perunggu ini sering dikenal dengan kebudayaan Dongson.

Melayu Deutero masuk ke Indonesia sekitar 300 SM. dan menyebar ke berbagai pulau sambil memperkenalkan teknologi pembuatan perkakas perunggu.

Contoh peninggalan budaya perunggu pada zaman Perundagik adalah nekara, tiks corong, patung perunggu, perhiasan, dan senjata perunggu.

Teknik Peleburan Sudah Dikenal Oleh Masyarakat Praaksara Pada Masa

Membuat perkakas dari besi membutuhkan keahlian membuat tungku besi, api yang cukup panas untuk melelehkan besi, membuat cetakan tempat dituangkan besi cair, dan mengolah besi menjadi perkakas yang diperlukan.

Ulangan Harian (masa Praaksara Dan Peradaban Awal Dunia) Quiz

Alat besi lebih kuat dan lebih tajam dari alat perunggu. Alat yang dihasilkan antara lain mata tombak, mata panah, beliung, arit dan mata bajak.

Sayangnya, sisa-sisa Budaya Besi tidak banyak ditemukan karena mudah terkorosi, sehingga lebih mudah hancur daripada perunggu. Saat itu, besi belum terbukti dapat menghambat oksidasi dan cairan berkarat.

Animisme adalah kepercayaan akan keberadaan roh dan makhluk halus sebagai sesuatu yang disembah. Pada umumnya animisme ini sangat erat kaitannya dengan roh nenek moyang dan juga binatang yang dianggap suci.

Sementara itu, dinamisme percaya bahwa benda-benda tertentu di bumi ini memiliki kekuatan gaib yang dapat mengabulkan keinginan. Contohnya pohon dan sejenisnya.

Sejarah Zaman Logam Dan Hasil Kebudayaan Di Indonesia

Jika mereka tinggal di pegunungan, biasanya mereka akan bermukim tidak jauh dari hutan dan hulu sungai, karena mereka bisa mendapatkan banyak makanan dari alam. Sedangkan di dataran rendah, mereka biasanya tinggal di sekitar sungai atau sumber lainnya.

Masyarakat pada zaman Perundagit sudah mengenal konsep struktur sosial dan hidup bersama dalam suatu kelompok. Mereka tidak lagi hidup terpisah, tetapi hidup bersama dengan satu aturan yang mengikat sebagai satu kesatuan yang sama.

Semakin jauh kelompok sosial ini berkembang, karena tidak jarang terjadi asimilasi antaretnis. Selain itu, tentunya akan lahir anak baru, sehingga ukuran kelompok ini tumbuh lambat.

Teknik Peleburan Sudah Dikenal Oleh Masyarakat Praaksara Pada Masa

Yang menjadi ciri khas zaman Perundagik adalah orang-orang sejak zaman itu mampu menciptakan berbagai perkakas dari bahan logam.

Cara Mengawetkan Tepung Secara Sederhana Setelah Selesai Diproduksi Adalah

Hasilnya berupa benda-benda yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari atau untuk upacara adat. Hasil benda-benda tersebut masih bertahan hingga zaman modern, meski ada juga yang sudah berupa artefak.

Perkembangan ilmu pengetahuan alam terjadi pada zaman Perundagian. Orang-orang akrab dengan keberadaan dua musim dan dinamika cuaca dan iklim lokal mereka.

Masyarakat pada masa ini juga mengenal beberapa fenomena alam seperti pergantian siang dan malam, adanya angin dan sebagainya. Manusia purba mengenal tanda-tanda alam ketika hendak melakukan aktivitas.

Namun pengetahuan ini belum mencapai ranah sains dan pemahaman mengapa hal ini bisa terjadi. Pengetahuan yang ada masih sebatas mengetahui bahwa hal-hal tersebut terjadi dan mempengaruhi dinamika kehidupan mereka.

Teknik Peleburan Logam Pada Masa Perundagian

Masyarakat primitif zaman Perundagik sudah mengenal sistem pertanian yang sangat sederhana. Hal ini membuat mereka menetap dan mulai mengolah tanah yang relatif subur.

Ada yang bertanggung jawab untuk bercocok tanam, ada yang mengolah makanan, ada yang memproduksi alat kerja dan pembagian tugas lainnya berlangsung dalam skala sederhana.

Orang-orang awal pada masa ini mengangkat salah seorang dari mereka sebagai kepala atau pemimpin. Semakin banyak orang hidup, semakin banyak pembagian kerja dan juga posisi kekuasaan yang dibutuhkan.

Teknik Peleburan Sudah Dikenal Oleh Masyarakat Praaksara Pada Masa

Namun demikian, pembagiannya secara umum adalah laki-laki berburu atau bercocok tanam, sedangkan perempuan melakukan pekerjaan rumah tangga, pengolahan makanan dan kegiatan perdagangan.

Kehidupan Manusia Praaksara Indonesia

Jika dicermati lebih dalam, pola hidup ini sangat erat kaitannya dengan ciri-ciri yang telah kita bahas pada bagian sebelumnya.

Di sini peradaban manusia sudah cukup maju dan sudah memiliki alat-alat yang cukup canggih dan terbuat dari logam. Alat-alat baru ini meningkatkan produktivitas serta ekonomi manusia pada saat itu.

Sebagaimana dijelaskan di atas, ada dua jenis kepercayaan yang umumnya dianut oleh masyarakat pada zaman Perundagik. Kedua paham tersebut adalah animisme dan juga dinamisme.

Dalam animisme, orang Undagi percaya bahwa arwah nenek moyang mereka masih ada di dunia, mengawasi setiap gerak-gerik mereka.

Penikmat Sejarah: Pembabakan Zaman Prasejarah

Arwah leluhur ini dipercaya memiliki kesaktian dan beberapa kesaktian yang dapat membantu manusia. Oleh karena itu, masyarakat harus selalu menjaga hubungan baik dengan roh leluhur tersebut agar ditolong dan dilaksanakan dalam aktivitas sehari-hari.

Di sini juga ada kasta antara roh leluhur, ada yang dianggap sesepuh, ada yang dianggap roh biasa dan pemujanya tidak banyak.

Percaya pada dinamisme, orang percaya bahwa benda-benda di alam memiliki kekuatan misteriusnya sendiri. Seperti animisme, kekuatan mistis ini diharapkan dapat membantu kehidupan sehari-hari masyarakat.

Teknik Peleburan Sudah Dikenal Oleh Masyarakat Praaksara Pada Masa

Contoh pemujaan ini adalah pohon besar, batu besar atau senjata suci yang diyakini memiliki kekuatan magis tertentu.

Manusia Awal Indonesia Hidup Secara Bertahap

Pada saat Undang-Undang tersebut, manusia telah mengembangkan teknologi untuk mengolah bijih logam menjadi alat sehari-hari. Pengerjaan logam dicapai dengan menggunakan dua teknik yaitu

Pertama, manusia purba membentuk model lilin, yang kemudian ditutupi tanah liat. Setelah tanah liat mengering, logam cair akan dituangkan ke dalam lilin, menyebabkan lilin meleleh dan digantikan oleh logam cair.

Saat logam cair mengeras dan mendingin, tanah liat dipecah untuk menghilangkan alat logam yang mengeras.

Teknologi Bishell adalah teknik pengecoran logam cair menjadi cetakan yang terbuat dari batu atau bahan lain yang dapat digunakan berulang kali.

Kunci Jawaban Lks Sejarah Indonesia K13 2018

Cetakan ini terdiri dari dua bagian yang memiliki rongga di tengahnya sehingga logam cair dapat dituang. Saat cairan logam sudah

Kehidupan sosial pada masa praaksara, bangunan pada masa praaksara, bercocok tanam pada masa praaksara, gambar pada masa praaksara, hasil kebudayaan pada masa praaksara, peninggalan kebudayaan pada masa praaksara, kehidupan pada masa praaksara, kehidupan masyarakat pada masa praaksara, alat alat pada masa praaksara, sistem kepercayaan pada masa praaksara, kehidupan masyarakat indonesia pada masa praaksara, fungsi sungai pada masa praaksara

close