Wisata  

Ulasan Merapi Lava Tour: Keindahan Gulungan Gulungan Gantung Dari Sudut Yang Berbeda

Jika Anda bertanya tentang hal-hal menarik di Yogyakarta, sebagian orang akan langsung membayangkan berbagai tempat wisata. Ya, pesona Kota Gudeg terletak pada fasilitas wisatanya yang lengkap. Semua tempat wisata yang Anda inginkan ada di Yogyakarta. Nah, dari sekian banyak objek wisata yang ada, wisata Merapi sepertinya menjadi salah satu yang paling banyak dicari oleh wisatawan. Menjelajahi lereng Gunung Merapi dengan menggunakan jeep merupakan pengalaman yang seru dan tak terlupakan.

Awal mula wisata Merapi sendiri diawali dengan meletusnya Gunung Merapi pada tahun 2010, dimana pengelola Merapi, Mbah Marijan, meninggal dunia. Desa-desa di sekitar Gunung Merapi diratakan oleh lahar panas, hanya menyisakan lautan pasir yang luas. Kawasan Kaliadem yang dulu sangat sejuk kini kering dengan debu yang masih menempel di beberapa titik.

Dengan kejadian ini sebagai kesempatan, warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi memperkenalkan produk wisata bernama ‘Lava Tour Merapi’, dan akhirnya mengubah bencana menjadi berkah. Minat masyarakat meningkat. Karena saya ingin mengetahui kondisi alam dan pengaruh alam pasca erupsi Gunung Merapi.

Merapi Lava Tour sudah populer sejak tahun 2011, namun saya belum sempat mencobanya walaupun sudah beberapa kali ke Yogyakarta. Sudah lama saya penasaran dengan destinasi wisata ini, namun ketika saya pergi berlibur ke Kota Gudeok beberapa waktu lalu, akhirnya saya berkesempatan mengunjunginya. Kalau dipikir-pikir, wisata Merapi lebih seru dari yang saya kira. Saya terpesona dengan mencobanya untuk pertama kalinya dan ingin mencobanya lain kali.

Nah, penasaran kan dengan keseruan Merapi Tour? Nah, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca Selengkapnya: Review Desa Wisata Kasongan: Yogyakarta Pottery Center Masuk Pasar Dunia

1. Tur off-road favorit turis

Lava Tour Merapi menawarkan pengunjung kesempatan untuk melakukan petualangan gaya off-road melalui beberapa daerah yang terkena dampak letusan Gunung Merapi. Bahkan, Anda bisa naik sepeda trail di sekitar lereng Gunung Merapi tanpa menyewa jeep. Namun dengan Jeep, perjalanan akan terasa lebih seru. Secara khusus, medan yang dilaluinya sangat berat, curam, berbatu dan berpasir. Seperti halnya jeep tour gunung bromo, jeep tour gunung merapi sangat sulit.

Ada dua titik awal untuk Merapi Lava Tour. Yang pertama adalah terminal Tlogo Putri di Kaliurang dan yang kedua adalah Dusun Ngrangkah di Desa Pangukrejo, wilayah Umbulharjo. Dari Yogyakarta dapat ditempuh dengan mobil pribadi di sepanjang Jalan Kaliurang dalam waktu sekitar 30 hingga 45 menit ke arah utara Yogyakarta. Untuk menggunakan angkutan umum, berangkat dari terminal Condongcatur dan naik angkot tujuan Jogja – Kaliurang dan turun di terminal Tlogo Putri.

Sesampainya di titik awal Lava Tour Merapi, Anda akan dihadapkan dengan berbagai pilihan penyedia jasa tour merapi. Mungkin ada lebih dari 10 rumah sewa jeep yang bisa Anda temukan di sana. Dari sekian banyak penyedia jasa travel, saya memilih Merapi Jaya. Sebenarnya, tidak masalah yang mana yang Anda pilih karena semuanya menawarkan fasilitas yang sama. Tarif yang ditawarkan juga seragam, sehingga Anda tidak akan bisa menemukan rental jeep termurah atau termahal. Model Jeep yang ditawarkan sama, hanya warnanya saja yang berbeda. Hijau tentara, navy, merah, dll.

Soal keselamatan tidak perlu khawatir karena pengemudi yang merangkap sebagai pemandu ini ahli dalam mengemudikan Jeep.

BACA JUGA: Review Kedai Kopi Klotok: Saat Viral Pisang Goreng Dari Pinggir Sawah Dimakan Lagi

2. Tersedia berbagai pilihan paket

Bagi yang berminat mengikuti Merapi Lava Tour, Anda dapat memilih empat paket: rute pendek 60 hingga 90 menit, rute sedang 120 menit, dan rute panjang 10 menit. 150 menit, 150 menit Rute Matahari Terbit. Setiap paket memiliki kelebihannya masing-masing, terutama terkait dengan jalur yang dipilih. Semakin lama perjalanan, semakin banyak objek wisata yang bisa dikunjungi.

Lokasi sasaran kunjungan ke Merapi Lava Tour antara lain Batu Muka atau Alien, Museum Sisa Harta Karun, Bunker Kaliadem, Rumah Mbah Marijan, Makam Mbah Marijan, dan Trek Basah Kali Kuning. Kapasitas hunian maksimal satu Jeep adalah 4 orang. Di luar itu, Anda harus bangun dan membayar biaya tambahan.

Karena baru pertama kali ikut Merapi Lava Tour, saya memilih paket short dengan harga Rp 350.000. Tiga lainnya adalah sisa My Treasure Museum, Stone Face atau Alien Stone, Bunker Kaliadem. Namun, pengemudi menawarkan untuk mengubah rute dari Batu Face ke Stonehenge asalkan mereka bersedia membayar Rp 15.000 untuk masuk ke objek wisata. Saya pun penasaran dengan penampakan replika Stonehenge buatan warga lereng Gunung Merapi, makanya saran ini tidak saya lewatkan.

Masih salah satu kawasan wisata Merapi Rava, objek wisata ini sebenarnya tergolong baru. Meski demikian, tidak sedikit orang yang menyukai tempat wisata ini, sehingga menjadikannya salah satu tempat wisata terpopuler di Yogyakarta.

Baca Juga: Review Lik Man Angkringan: Cicipi Kopi Joss Legendaris dengan Sate Jamur Pedas

3. Beri kejutan untuk kejutan

Kejutan menyusul saat mengikuti Merapi Lava Tour. Pemberhentian pertama Anda dalam tur ini adalah Stonehenge, dekat dengan pintu masuk atraksi Lost World. Objek wisata ini sebenarnya merupakan replika dari monumen prasejarah Stonehenge di Inggris. Bentuk dan susunan batu Stonehenge Yogyakarta mirip dengan aslinya, lengkap dengan tikar rerumputan hijau. Menentukan angle yang baik untuk sebuah foto tidaklah sulit karena bangunan ini pada dasarnya terlihat sangat unik.

Tanpa menghabiskan waktu lama di Stonehenge, tur dilanjutkan ke destinasi selanjutnya: Museum of Memory atau yang biasa disebut Museum of My Treasures. Rumah para korban Merapi. Meski atapnya sedikit runtuh, pondasinya tetap terlihat kokoh. Di dalamnya ada sisa-sisa furnitur dan artefak lainnya. Di depan tugu peringatan, terdapat bangkai sepeda motor hasil erupsi gunung Merapi tahun 2010.

Hal yang paling unik di sini adalah Anda dapat melihat sisa-sisa jam yang memberi tahu Anda waktu yang tepat dari letusan gunung berapi. Ada penjual suvenir khas Merapi di sekitar Museum Kenangan bahkan Rp. Rp 10.000. Bahkan ada bunga edelweis kering yang dijual dengan harga antara 15.000 ke atas.

ulasan wisata lahar merapi. (OpenReview / nikmati gelombang root)

Setelah melihat artefak sejarah di Museum of Memories, tur dilanjutkan dengan bunker yang sebenarnya dilindungi untuk pendaki saat Merapi mengeluarkan awan panas. Perjalanan menuju lokasi ini menawarkan banyak sensasi yang mengejutkan karena jalannya yang terjal, berlubang dan berbatu. Namun, karena menunjukkan pepohonan hijau yang mengering akibat letusan gunung berapi, membuat warga heboh.

Perjalanan Jeep Offroad Merapi Lava Tour saya sangat singkat yaitu 2,5 jam. Keseruan mengikuti Merapi Lava Tour tidak bisa saya lupakan, meski hanya sesaat. Bagaimana Anda ingin bergabung dengan Merapi Lava Tour?